PRESIDEN MERESMIKAN RS KANKER DHARMAIS

PRESIDEN MERESMIKAN RS KANKER DHARMAIS[1]

 

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto mengatakan, kepada penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit kanker perlu diberikan perhatian yang lebih besar, sebab dewasa ini kedua penyakit tersebut telah menjadi penyebab kematian yang paling besar di dunia. “Di negara-negara maju kedua penyakit inimenjadi penyebab utama kematian.

Di negara-negara yang sedang membangun jumlah, penderitanya terus meningkat,” kata Kepala Negara ketika meresmikan Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Gedung Perawatan II Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta Sabtu (30/ 10).

Menurut Kepala Negara, Organisasi Kesehatan Sedunia memperkirakan jumlah penderita penyakit kanker bertambah 9 juta orang setiap tahun. Lima juta di antaranya meninggal dunia. Di Indonesia diperkirakan penderita penyakit kanker bertambah satu orang di antara seribu penduduk setiap tahun ini berarti bahwa pada tahun 1993 ini saja jumlah penderita kanker di Indonesia bertambah dengan 180 ribu orang.

“Pembangunan rumah sakit kanker ini dimaksudkan untuk ikut menanggulangi berkembangnya penyakit kanker yang memprihatinkan itu,” kata Presiden Soeharto.

Penyakit kanker dan penyakit jantung merupakan penyakit yang rumit cara pengobatannya. Karena itu, pencegahan kedua penyakit ini penting sekali ditingkatkan, terutama dengan memberikan penyuluhan dan pendidikan. Para ahli berpendapat penyakit jantung dan pembuluh darah serta berbagai jenis penyakit kanker dapat dicegah, jika faktor-faktor penyebabnya dapat ditanggulangi, seperti lingkungan yang tercemar dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kesehatan.

Kepala Negara juga mengharapkan sarana pelayanan kesehatan yang modern ini hendaknya digunakan sebagai tempat untuk mengatasi masalah kesehatan yang makin penting di masa mendatang. Kanker dan penyakit jantung serta pembuluh darah adalah penyakit yang masih sulit diatasi. Penyakit ini dapat membawa kematian dan penderitaan yang berkepanjangan.

Sistematik

Sementara itu dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Prof. Dr. Sujudi mengatakan, Indonesia merupakan salah satu di antara 15 negara di dunia yang telah berhasil merumuskan cara-cara sistematik guna mencegah dan mengobati penyakit kanker.

Untuk itu, Depkes juga telah membentuk Komite Nasional Penanggulangan Penyakit Kanker yang beranggotakan para ahli dari berbagai Fakultas Kedokteran, Depkes dan sektor-sektor lainnya. Komite tersebut telah berhasil merumuskan strategi pencegahan dan pengobatan penyakit kanker di Indonesia. Dengan didirikannya RS Kanker Dharmais dan dikembangkannya gedung perawatan II RS Jantung Harapan Kita ini, katanya, maka akan bertambah tinggi kemampuan diagnoses dan terapi terhadap penyakit kanker, jantung dan pembuluh darah di Indonesia.

Di samping itu, Indonesia akan lebih mampu memberikan pelayanan yang berkua litas dengan standar internasional, tambahnya. Ia mengatakan, sepertiga dari penyakit kanker dapat dicegah, sedangkan sepertiga lainnya dapat disembuhkan hila diagnosis dan pengobatan dilakukan sedini mungkin. Sementara sepertiga dari kasus kanker walaupun tidak dapat disembuhkan, penderita dapat dibebaskan dari penderitaan dan rasa nyeri dengan melakukan pengobatan Palliatif.

 

Prakarsa

Pimpinan proyek RS Kanker Dharmais Hediyanto pada waktu Presiden dan lbu Soeharto meninjau rumah sakit tersebut beberapa waktu lalu menjelaskan, pembangunan rumah sakit tersebut merupakan prakarsa Presiden Soeharto yang juga adalah Ketua Yayasan Dharmais. Rumah sakit tersebut terdiri dari sembilan lantai dengan kapasitas seluruhnya 300 tempat tidur. Rumah sakit inimemiliki fasilitas unit diagnosis terpadu yang dapat menentukan apakah seseorang menderita kanker atau tidak. Juga dapat menentukan tingkat penyakit, fungsi berbagai organ dan penyakit lain yang diderita seseorang. (A-5/KS)

Sumber : SUARA PEMBARUAN ( 30/10/1993)

______________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 742-744.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.