PRESIDEN MENINJAU PROYEK JALAN RAYA KALBAR

PRESIDEN MENINJAU PROYEK JALAN RAYA KALBAR

Presiden Soeharto, Selasa siang, meninjau sebagian proyek jalan raya Indonesia – Australia (Kalimantan Indonesia – Australian Road Project – KIARP) yang sedang dilaksanakan di Kalimantan Barat.

Peninjauan ini dilakukan dalam rangka kunjungan resmi Presiden ke Kalimantan Barat selama dua hari mulai hari Senin. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Tom Critchley ikut serta dalam rombongan Presiden.

Proyek jalan raya ini mempakan bagian dari program bantuan pembangunan dari Australia dan meliputi perencanaan dan pembangunan jaringan jalan baru dan bantuan dalam penyusunan program pemeliharaan jalan raya di Kalimantan Barat.

Sasaran proyek secara keseluruhan ialah memperlancar usaha pembangunan sosial dan ekonomi di propinsi untuk meningkatkan taraf hidup ekonomis dan sosial masyarakat setempat, khususnya penduduk daerah pedalaman yang masih miskin, serta membantu kesatuan geografis.

Pelaksanaan proyek dari pihak Indonesia ialah Direktorat Jenderal Jalan Raya (Bina Marga), Departemen Pekerjaan Umum sedangkan dari pihak Australia ialah Biro Bantuan Pembangunan Australia (Australian Development Assistance Bureau yang diwakili oleh agennya yaitu Snowy Mountains Engineering Corporation (SMEC).

Sumbangan Australia untuk proyek jalan raya ini bernilai A$ 40 juta (Rp. 18.880,000,-) diberikan dalam jangka waktu delapan tahun mulai tahun 1974/ 1975, termasuk bantuan staf ahli dan pengawas, peralatan dan kendaraan untuk kepentingan pekerjaan konstruksi, suku-cadang, bengkel, bangunan, bahan pembuatan jembatan, peralatan survai dan laboratorium, bantuan perencanaan jembatan, latihan sambil kerja serta beasiswa dan latihan kerja di Australia untuk karyawan pilihan Indonesia.

Andil Indonesia

Andil Indonesia dalam proyek ini bernilai sekitar A$ 26,7 juta (Rp. 12.600.000.000,-) termasuk tenaga kerja yang berjumlah sekitar 1.500 orang,

pengadaan listrik, air, oli, bahan bakar, bahan bangunan, sebagian peralatan mesin, kendaraan, suku-cadang, tangker pengangkut bahan bakar, tongkang serta pembayaran semua pajak, kontraktor setempat dan ongkos pengangkutan dari Pontianak ke proyek.

Dewasa ini, 37 orang Australia bekerja di proyek ini bersama team pengelola Indonesia yang terdiri atas 27 orang dan didukung oleh tenaga kerja sebanyak 1.270 orang. Dari panjang jalan keseluruhan yang direncanakan yaitu 712 km, kira2 219 km telah diselesaikan, termasuk pembangunan 13 buah jembatan dan penggarapan lokasi untuk 13 buah jembatan lainnya.

Kelanjutan proyek ini telah ditinjau kembali menjelang akhir tahun 1977 dan laporan yang dimuat dalam bulan Februari, menyarankan agar proyek pembangunan jalan tersebut dilengkapi dengan pembangunan sektor2 lainnya.

Dalam rangka ini, saat ini telah dimulai dijajagi kemungkinan didirikannya sebuah proyek listrik tenaga air dan pembicaraan mengenai proyek2 lain juga sedang berlangsung antara pemerintah Indonesia dan Australia. (DTS)

Pontianak, Antara

Sumber: ANTARA (24/10/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 745-746.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.