PRESIDEN MENGHARAPKAN PEMUDA JADI PELOPOR

PRESIDEN MENGHARAPKAN PEMUDA JADI PELOPOR

Mempertahankan Pancasila Sebagai Satu-satunya Asas

Presiden Soeharto mengharapkan agar para pemuda menunjukkan kepeloporannya mempertahankan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam organisasi kemasyarakatan.

Harapan itu disampaikan melalui Menpora Abdul Gafur, Senin di Bina Graha, ketika ia melaporkan penerimaan Organisasi Kemahasiswaan Kelompok Cipayung (HMI, PMKRI, GMKI, GMNI, dan PMII) terhadap pencantuman Pancasila sebagai satu-satunya asas.

“Bapak Presiden cukup puas terhadap sikap kelompok Cipayung itu,” kata A. Gafur.

Menpora menuturkan, selama 40 tahun Indonesia merdeka dan mempertahankan Pancasila, baru 20 tahun terakhir ini Pancasila dapat diterima sebagai satu-satunya asas organisasi.

Tetapi memang, kata Presiden seperti dikutip Gafur, memperjuangkan Pancasila untuk diterima semua organisasi membutuhkan perjalanan panjang. Upaya penerimaan Pancasila itu perlu dilakukan secara bertahap dan pelaksanaannya tidak dipaksakan secara Hantam kromo.

Yang terakhir menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas adalah PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang semula berasaskan Islam dan sebagai pengikut Ahlul Sunnah Wal Jamaah.

Sebelumnya GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dalam kongresnya di Bandung tahun lalu menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas. Organisasi ini sebelumnya berasaskan Pancasila, Marhaenisme dan Sosio Demokrasi.

Diungkapkan, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) yang semula berasaskan “kehadiran Alkitab dan kesaksian Yesus Kristus” dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) yang berasaskan “Pancasila, Katolik dan Kemahasiswaan” secara bersamaan dalam kongres terakhir mereka juga menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi tersebut.

Kongres Pemuda AA

Menpora menyatakan, pelaksanaan Kongres Pemuda Asia-Afrika akan ditinjau kembali. Suatu kajian sedang dilakukan oleh Kantor Menpora, Deplu, Depdagri, Bakin dan Hankam/Kopkamtib untuk menilai apakah masih perlu KPAA tersebut dilaksanakan dalam kaitannya dengan kepentingan nasional.

Pada saatnya nanti akan diumumkan apakah KPAA jadi dilangsungkan atau dibatalkan. Semula KPAA direncanakan bersamaan dengan peringatan HUT ke 30 KAA di Bandung April yang lalu. Kemudian atas permintaan Menlu Mochtar, rencana KPAA diundur sampai dengan akhir Agustus mendatang, agar tidak mengurangi kebesaran upacara peringatan HUT KAA.

Kongres Pendidikan Jasmani

Presiden, menurut Menpora menyetujui penyelenggaraan Kongres dan Penataran Federasi Internasional Pendidikan Jasmani (FIEP) yang berlangsung di Jakarta, 24-31 Juli mendatang, diikuti 98 negara meliputi 250 peserta. Afsel dan Portugal tidak diundang, sedang RRC bukan anggota FIEP.

Dalam kongres FIEP Indonesia akan menyajikan program panji olah raga, olahraga tradisional dan kesegaran jasmani dalam bentuk teori dan praktek. Penyaji terdiri para ahli dari Depdikbud, Kantor Menpora dan Koni Pusat.

Kongres FIEP yang menelan beaya Rp 120 juta itu, menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Soeharto di Bina Graha.

Tujuan kongres selain untuk memperkenalkan kemajuan di bidang pendidikan jasmani dan olahraga, juga sebagai bahan masukan guna meningkatkan pengembangan program panji olahraga. (RA).

 

 

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (29/05/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 59-60.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.