PRESIDEN MENERIMA SURAT2 KEPERCAYAAN DUBES RUSIA

PRESIDEN MENERIMA SURAT2 KEPERCAYAAN DUBES RUSIA [1]

 

Jakarta, Berita Yudha

Presiden Soeharto didampingi antara lain Menlu Adam Malik, Menteri/Sekretaris Negara Sudharmono di Istana Merdeka hari Sabtu pagi menerima penyerahan surat­surat kepercayaan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Uni Republik-Republik Sosialis untuk RI yang baru, Shpedko.

Sementara itu  Presiden Soeharto dalam  pidato balasannya pada upacara penyerahan surat-surat kepercayaan tsb antara lain mengatakan, sejak Indonesia lahir dari kancah perjoangan besar dan berat untuk menjadi Bangsa yang merdeka, maka cita2 bangsa Indonesia adalah berusaha dapat terwujudnya perdamaian dunia.

Namun demikian bangsa lndonesia juga menyadari bahwa perdamaian dunia yang sejati itu hanya akan terwujud apabila penjajahan dari muka bumi telah dapat dihapuskan.

Penjajahan itu kini tinggal sisa2nya yang sedikit saja yang hanya mernpakan soal waktu untuk tiba masa akhir sama sekali.

Sekalipun demikian masih ada perjoangan lain yang lebih besar ialah perjoangan dalam membangun bangsa2 untuk menikmati kehidupan lahir batin yang lebih baik. Perjoangan pembangunan itulah yang kini sedang giat2nya dilakukan bangsa Indonesia.

Menurut Presiden selanjutnya dengan tetap mempertahankan dasar2 dan arah bangsa Indonesia sendiri, maka dalam pembangunan masa depan Indonesia itu, kami membuka diri dan ingin menggunakan setiap kesempatan untuk mengembangkan kerjasama dengan luar negeri. Karena itulah bangsa Indonesia sangat gembira yang Pemerintah Uni Soviet tetap menyokong usaha untuk mengembangkan hubungan.

Kembangkan Hubungan Baik Kedua Negara

Sementara itu Dubes USSR yang baru, Shpedko, dalam kata sambutannya menyatakan rasa puasnya bahwa pelaksanaan tugasnya di Indonesia pada saat suasana internasional mengalami perobahan2 positif. Hal mana tercermin dalam peredaan ketegangan internasional yang berlangsung terus, dalam makin mantapnya prinsip koeksistensi secara damai dalam hubungan antara negara2 yang sistim sosialnya berlainan.

Pemerintahnya, menurut Dubes Shpedko, akan tetap menyokong bagi usaha memperkembangkan hubungan baik dengan Indonesia dalam usaha bersama beranggapan bahwa usaha bersama dalam perjoangan demi perdamaian dan keamanan internasional dalam suasana saling hormat menghormati kedaulatan, persamaan hak, saling keuntungan serta tidak campur tangan ke dalam urusan dalam negeri masing2 dapat menjadi dasar diperkokohnya hubungan kedua negara. (DTS)

Sumber : BERITA YUDHA (19/09/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 89-90.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.