PRESIDEN MENERIMA SENAPAN OTOMATIS BUATAN PINDAD

PRESIDEN MENERIMA SENAPAN OTOMATIS BUATAN PINDAD

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Senin menerima satu unit senapan otomatis militer buatan PT. Pindad Bandung, yang diserahkan Menristek B.J. Habibie selaku dirut persero milik negara tersebut di Bina Graha Jakarta.

Senapan buatan dalam negeri itu dinamakan SS-I (Senjata Serbu-I), berkaliber 5,56, yang mampu memuntahkan 120 peluru/menit. SS-I akan dijadikan senjata standar infanteri ABRI, menggantikan M-16 type A-1.

Menurut Direktur Produksi PT. Pindad, Ir.T. Samsu, keunggulan SS-I dibanding M-16 type A-1 adalah pada jarak tembak efektif yang lebih jauh. “Senjata baru ini mampu membidik dan menembak secara efektif sasaran pada jarak 400 meter, bahkan dengan telescope bisa sampai 600 meter,” kata Samsu yang mendampingi Menteri Habibie ketika diterima Presiden di Bina Graha.

SS:-I dibuat seluruhnya di Pindad dengan lisensi FNC (pabrik senjata Belgia), namun Pindad memodifikasi tidak kurang sebelas bagian disesuaikan dengan postur tubuh orang Indonesia serta keadaan medan di negeri ini.

Biaya produksi bedil yang beratnya 3,8 kg (kosong) atau 4,2 kg (berisi 30 peluru dalam magazine) itu sekarang sekitar Rp 2,5 juta/unit. ”Tapi kalau kita membuat lebih banyak, ongkos produksi akan lebih kecil,” kata Samsu.

PT. Pindad sudah memproduksi sekitar 30.000 unit senjata itu dan sebagian sudah dipakai pasukan infanteri ABRI. Bedil buatan Indonesia itu sudah dipamerkan di Singapura dan Kuala Lumpur, untuk menjajaki kemungkinan pemasarannya di luar negeri.

Keunggulan lain SS-I, mampu menembus pelat baja yang tidak bisa ditembus M-16 typeA-1 serta bias dipakai sebagai pelontar granat dan dipasangi lensa bidik malam.

Presiden menerima satu unit SS-I lengkap dengan pelurunya yang dibuat PT. Dahana di Turen, Malang (Jawa Timur). Jenis yang diserahkan ke Presiden adalah V-1 (laras panjang). PT Pindad juga membuat jenis V-2 (laras pendek).

 

 

Sumber : ANTARA (20/03/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 514.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.