PRESIDEN MENEGASKAN: ASEAN TAK INGIN JADI AJANG SAINGAN KEKUATAN BESAR

PRESIDEN MENEGASKAN: ASEAN TAK INGIN JADI AJANG SAINGAN KEKUATAN BESAR

Presiden Soeharto menegaskan, tekad ASEAN tidak membiarkan dunia menjadi ajang persaingan antara kekuatan-kekuatan besar dunia, yang sama sekali bukan merupakan kepentingan ASEAN.

Dalam Pidatonya pada upacara peresmian gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta, Sabtu pagi, Presiden mengatakan bahwa nasib dunia sekarang tidak lagi ditentukan oleh kekuatan-kekuatan besar terutama sejak tampilnya kekuatan dunia ketiga. Namun tidak jarang, timbulnya pergolakan di suatu kawasan dunia sebenarnya merupakan bentuk lain dari pertarungan antara kekuatan-kekuatan besar tersebut.

Pada acara peresmian gedung Sekretariat ASEAN tersebut, tampak hadir tiga penandatanganan Deklarasi Bangkok yang melahirkan ASEAN, 14 tahun yang Ialu. Mereka adalah Adam Malik dari Indonesia, S. Rajaratnam dari Singapura, Thanat Khoman dari Muangthai, Narciso Ramos dari Filipina tidak bisa hadir karena kesehatannya tidak memungkinkan, sedangkan Tun Abdul Razak dari Malaysia sudah meninggal dunia.

Pada bagian pidatonya, Presiden mengatakan, ASEAN berketetapan hati membangun kawasan ini menjadi kawasan ini menjadi kawasan damai, bebas dan netral. Dalam rangka ini. ASEAN tidak dapat berdiam diri terhadap keadaan yang mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan ini.

”Dalam rangka inilah ASEAN memandang perkembangan di Kamboja dan juga perkembangan lain di dunia," katanya.

Dengan memegang teguh prinsip-prinsip pergaulan antar bangsa sebagai digariskan dalam Dasa Sila Bandung ASEAN menanggapi dan mengambil sikap terhadap masalah Kamboja Sikap tersebut jelas, seperti tertuang dalam Resolusi PBB yang diprakarsai ASEAN.

"Kita jelas tidak ingin mencampuri urusan dalarn negeri rakyat Kamboja, kita adak mempunyai kepentingan untuk terlibat langsung di dalam pergolakan yang sudah rumit di sana," demikian penegasan Presiden.

Yang dilakukan ASEAN adalah mencari jalan keluar secara aktif, melalui penyelesaian politik dengan mengadakan Konferensi Internasional, seperti ditunjukkan dalarn Resolusi PBB.

Dikemukakan, sejarah mengajarkan bahwa kekuatan pokok untuk mampu menentukan masa depan bangsa, adalah ditentukan kehendak dan kemampuan bangsa tersebut dalam menyatukan diri dan mengkonsolidir diri sehingga mampu membentuk pemerintah sendiri. ASEAN akan menyambut baikusaha-usaha rakyat Kamboja ke Arab itu.

Menyatukan Sikap Politik

Padabagian lain ditegaskan, ASEAN dewasa ini merupakan kekuatan yang makin diakui dunia, tetapi sama sekali bukan untuk dihadapkan kepada negara lain yang manapun, dan juga bukan disediakan untuk menjadi alat pennainan kekuatan-kekuatan besaryang manapun.

Kini makin banyak negara lain yang menaruh kepercayaan dan memperhatikan manfaat dati organisasi ini, sikap ASEAN harus tetap bersikap wajar dan tidak menutup diri.

Dikemukakan, dalam sejarahnya yang panjang bagi bangsa-bangsa yang berada di kawasan ini, belum pernah terjadi kerjasama yang demikian erat yang kini makin terus berkembang. Lambat laun ASEAN makin dapat menyatukan sikap politik terhadap masalah-masalah regional dan internasional, suatu sikap politik yang dengan tegas ditujukan untuk memantapkan suasana damai.

Jadi Tangguh

Sementara itu Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja mengatakan dalam waktu yang relatif singkat selama 14 tahun ini ASEAN telah muncul sebagai suatu organisasi yang tangguh dan dihormati oleh dunia karena sumbangannya yang sungguh-sungguh bagi usaha mencapai perdamaian dan keamanan.

Peresmian gedung ini merupakan tonggak sejarah dalam ASEAN dan juga melambangkan keyakinan ASEAN untuk mencapai cita-cita dan tujuan-tujuannya yang penting, kata Menlu.

Tidak dapat dielakkan bahwa untuk mencapai cita-cita ini perlu kerjasama, saling pengertian dan saling menguntungkan. tambahnya

Menteri pada kesempatan itu menguraikan kembali peranan dari tokoh-tokoh ASEAN yang tiga dari lima perintis pembentukan ASEAN hadir pada peresmian itu.

Menteri mengatakan usaha-usaha para perintis pembentukan ASEAN akan diteruskan guna mencapai tujuan dan cita-cita ASEAN.

ASEAN pada mula pertumbuhannya tidak selalu lancar bahkan ada yang menganggap sinis dan pesimis lahirnya organisasi ini. Namun setelah 14 tahun organisasi ini telah muncul sebagai kekuatan yang dihormati dan tangguh dan diakui oleh berbagai forum dunia atau sumbangannya bagi tercapainya perdamaian dan keamanan, demikian Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja.

Dia mengatakan fasilitas yang tersedia bagi gedung sekretariat ini mencerminkan harapan dari negara-negara anggota ASEAN bahwa Sekretaris ASEAN akan lebih siap dalam menjalankan tugas-tugasnya di masa-masa mendatang.

Rahasia Sukses

Rahasia suksesnya ASEAN terletak pada perjuangan organisasi itu yang seirama dengan naluri kemanusiaan untuk hidup, yakni mencari keserasian persatuan dan kerjasama sebagai pengganti dari pertentangan, perpecahan dan konfrontasi.

Hal itu dikemukakan Carlos Romulo, Menteri Luar Negeri Filipina, yang juga sebagai Ketua Komite Tetap ASEAN, pada peresmian gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan, kekuatan ASEAN bersumber pada kekuatan tuntan sejarah yang tak dapat ditawar-tawar lagi untuk mencapai suatu dunia baru, seperti yang termaktub dalam piagam PBB. (DTS)

Jakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (11/05/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 71-73.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.