PRESIDEN MEMINTA ICMI SUMBANGKAN PEMIKIRAN STRATEGIS

PRESIDEN MEMINTA ICMI SUMBANGKAN PEMIKIRAN STRATEGIS

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto meminta para pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tidak hanya mampu memberikan sumbangan pemikiran strategis, tetapi juga menyusun kegiatan-kegiatan yang operasional.

Harapan itu disampaikan Kepala Negara di Bina Graha, Kamis ketika menerima para pengurus ICMI, kata Ketua Umum ICMI BJ Habibie kepada pers seusai pertemuan itu

Presiden mengharapkan anggota ICMI bisa membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada umumnya dan ummat Islam pada khususnya.

Umat Islam memang merupakan kelompok mayoritas di tanah air, namun sumbangan kepada pembangunan bangsa dan negara mereka masih perlu ditingkatkan.

Habibie mengatakan Presiden memberi contoh bahwa ICMI bisa membantu para pengelola pesantren meningkatkan kemampuan para santri setempat dalam bidang teknologi. Dalam pertemuan ini, Kepala Negara juga mengharapkan pengurus ICMI bekerja secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup dan berpikir sebagai bangsa Indonesia.

Presiden mengatakan sejak dahulu para ulama sudah memberikan sumbangan yang besar bagi pengembangan manusia Indonesia. Karena itu, ICMI perlu membantu para ulama mengembangkan ummat Islam khususnya dalam bidang nonspiritual.

Ketika ditanya wartawan bagaimana upaya ICMI untuk menjabarkan harapan­harapan Kepala Negara itu, Habibie mengatakan pada tahap pertama akan dibentuk pengurus ICMI pada tingkat daerah dan kemudian menyusun program kerja jangka pendek, menengah dan panjang.

Dalam kesempatan ini, Habibie menegaskan bahwa organisasi ini yang dibentuk di Malang belum lama berselang sama sekali bukanlah merupakan organisasi politik.

Seorang wartawan kemudian bertanya “Apakah hiruk-pikuk menjelang pemilihan pengurus ini juga dilaporkan kepada Presiden dan kalau benar bagaimana komentarnya”. Ketika mendengarkan pertanyaan itu, sambil tertawa Habibie berkata “Presiden tentunya sudah membaca berita ini di surat kabar”.

Masalah ini ditanyakan para wartawan, karena menjelang pengumuman kepengurusan pusat hari Rabu (13-2) berbagai suara telah muncul yang mempertanyakan susunan kepengurusan organisasi ini.

Para wartawan sebenarnya masih ingin mengajukan berbagai pertanyaan. Namun Ketua Dewan Penasehat, Emil Salim memotong penjelasan Habibie karena mereka harus segera menemui Wapres Sudharmono SH.

Di tempat yang sama, Kepala Negara juga menerima para pengurus Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Bea Siswa Supersemar yang dipimpin Ketua Majelis Pertimbangan Letkol Prabowo Djojohadikusumo.

 

 

Sumber : ANTARA (14/02/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 539-540.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.