PRESIDEN MEMBUKA MUKTAMAR I MAJELIS DAKWAH ISLAMIYAH KELUARGA BESAR GOLKAR

PRESIDEN MEMBUKA MUKTAMAR I MAJELIS DAKWAH ISLAMIYAH KELUARGA BESAR GOLKAR

Presiden Soeharto mengharapkan agar potensi umat Islam Indonesia yang sangat besar itu, disalurkan setepat-tepatnya supaya menjadi kekuatan positif dalam usaha­usaha kita memajukan bangsa dan negara.

Kepala Negara menyatakan hal itu ketika membuka Muktamar I Majelis Dakwah Islamiyah Keluarga Besar Golongan Karya di Balai Sidang Senayan, Jakarta Senin malam.

Menurut Presiden, salah satu usaha yang perlu dilakukan ialah menghilangkan sisa­sisa pemikiran yang mempertentangkan agama dan Pancasila, yang memperlawankan kepentingan umat Islam dengan kepentingan nasional.

"Umat Islam Indonesia adalah bangsa Indonesia. Akan tetapi harus disadari pula bahwa bangsa Indonesia bukan dengan sendirinya umat Islam Indonesia."

Dikatakan, pemikiran yang mempertentangkan agama dengan Pancasila, serta memperlawankan antara kepentingan umat Islam dengan kepentingan nasional jelas tidak menguntungkan bangsa kita dan umat Islam sendiri.

Bahkan sangat berbahaya bagi kesatuan dan masa depan bangsa. Karena itu dalam suasana yang penuh khidmat semalam, Kepala Negara minta kepada Majelis Dakwah Islamiyah untuk dapat berperan menghilangkan pemikiran-pemikiran yang demikian.

Hadir dalam acara pembukaan semalam antara lain Ny. Tien Soeharto, Wakil Presiden Adam Malik dan Ny Nelly Adam Malik, paraMenteri Kabinet Pembangunan III dan perwakilan-perwakilan negara sahabat.

Agama dan Pembangunan

Bangsa Indonesia, demikian kata Kepala Negara selanjutnya, adalah bangsa beragama yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu dalam membangun bangsa kita sama sekali tidak boleh mengabaikan segi-segi keagamaan masyarakat.

Bahkan pembangunan bidang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional.

Tetapi disamping itujuga Presiden minta supaya usaha membangun agama harus juga dapat dipadukan dengan usaha membangun masyarakat yang masih mengalami berbagai ketinggalan dan kekurangan.

Dalam hal ini salah satu unsur yang menurut Presiden harus mendapat perhatian ialah anak-anak dan remaja agar mereka menjadi penganut agama yang tulus dan mempunyai wawasan yang luas.

Muktamar tersebut akan berlangsung tanggal 16 Agustus dan diikuti oleh 843 orang utusan dari 25 Dewan Pimpinan Wilayah dan 365 Dewan Pimpinan Cabang seluruh Indonesia, 26 anggota DPD Golkar, peninjau dan 22 utusan organisasi profesi. Thema Muktamar I ini ialah

"Meningkatkan Peranan Dakwah Dalam Memujudkan Cita-Cita Bangsa". (DTS)

Jakarta, Kompas

Sumber: KOMPAS (14/08/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 402-403.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.