PRESIDEN: MASYARAKAT AKAN DIBERI KESEMPATAN BER-KB MANDIRI

PRESIDEN: MASYARAKAT AKAN DIBERI KESEMPATAN BER-KB MANDIRI

 

Jakarta, Antara

Masyarakat akan diberi kesempatan untuk melakukan KB secara mandiri, namun pemerintah tetap akan menyediakan pelayanan KB bagi warga yang belum siap untuk mandiri, demikian Kepala BKKBN Dr. Haryono Suyono mengutip penegasan Presiden Soeharto, di Bina Graha, Jakarta, Sabtu.

Seusai mengantar Direktur Eksekutif Dana PBB untuk Kegiatan Kependudukan (UNFPA) Nafis Sadik, Haryono mengutip pernyataan Kepala Negara menambahkan, untuk mencapai hal itu tenaga bidan perlu diperbanyak.

Jumlah bidan selama ini sekitar 8.000 orang dan telah ditambah 7.000. Dengan strategi baru itu, kata Kepala BKKBN, kemungkinan jumlah bidan itu akan terus bertambah mengingat desa di negeri ini berjumlah 67 ribu.

Para bidan diharapkan tetap menjalin kerja sama dengan para dukun guna melayani kesehatan masyarakat pedesaan, tegas Haryono.

Pemerintah akan memberikan jaminan selama tiga tahun kepada para bidan itu sarnpai mereka mampu mandiri. “Hal itu merupakan strategi baru yang bertujuan menurunkan angka kematian bayi dan ibu yang masih tinggi saat ini,” tegas Haryono.

Haryono mengungkapkan pula bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi Asia-Pasifik mengenai KB tanggal 24 Agustus 1992.

Sementara itu, Nafis Sadik mengatakan bahwa ia menemui Kepala Negara untuk menyerahkan jam kependudukan serta membicarakan keberhasilan KB di Indonesia yang lebih baik dibandingkan rencana.

Namun, kata Nafis Sadik, Indonesia harus tetap meneruskan pola KB-nya karena struktur umur penduduk Indonesia masih muda dan pertumbuhannya juga masih 1,7 persen yang masih lebih tinggi dari sasaran satu persen.

Dalam pertemuan itu, kata Nafis Sadik, ia dengan presiden juga membicarakan masalah Uni Soviet terutama republiknya yang berpenduduk Islam. Republik di Soviet itu rnengharapkan agar Indonesia membantu rnereka dalam bidang KB. UNFPA telah menyarankan kepada mereka agar berkunjung ke Indonesia, kata Nafis Sadik.

Nafis Sadik juga menyatakan bahwa Indonesia diminta menjadi tuan rumah konferensi kependudukan dunia tahun 1994. Kepala BKKBN menjelaskan bahwa Presiden Soeharto rnenanggapi hal itu mengatakan bahwa sepanjang Indonesia mampu rnenyelenggarakannya maka permintaan itu akan dipenuhi dengan senang hati.

 

 

Sumber : ANTARA (14/09/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 712-713.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.