PRESIDEN LEBIH SEHAT DARI PERKIRAAN ORANG MINGGU KEMBALI KE TANAH AIR

PRESIDEN LEBIH SEHAT DARI PERKIRAAN ORANG MINGGU KEMBALI KE TANAH AIR[1]

 

Bad Oeynhausen, Suara Karya

 

Kondisi kesehatan Presiden Soeharto

“lebih baik daripada yang dipikirkan banyak orang.” demikian dikemukakan oleh dokter pada klinik jantung terkenal di Bad Oeynhausen, Jerman Utara, hari Selasa (9/7).

Dokter Reiner Koerfer mengemukakan hal itu setelah melakukan pemeriksaan kesehatan Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto tiba di kota spa di Jerman Utara itu hari Senin, untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan jantung dan pemeriksaan kesehatan lainnya di klinik Bad Oeynhausen.

Keterangan dokter Reiner hari Selasa itu, yang disiarkan AFP, telah menepis berbagai spekulasi yang berkembang mengenai kondisi kesehatan Presiden Soeharto sejak pekan lalu.

Dalam keterangan terpisah, Kantor Berita Antara melaporkan dari Bad Oeynhausen Selasa bahwa tim dokter kepresidenan setelah bersama dokter Jerman memeriksa kesehatan Presiden Soeharto menyimpulkan Kepala Negara dalam keadaan sehat.

“Sama sekali tidak ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan.” kata Dr Budiman yang menjadi salah satu anggota tim dokter ahli jantung pimpinan Prof. Dr. Korfer yang memeriksa Kepala Negara.

Keterangan tersebut disampaikan di Rumah Sakit “Herz Und Diabeteszentnim” (Pusat jantung dan diabetes), di Bad Oeynhausen (75 km barat Hannover), Selasa siang, setelah enam jam Presiden Soeharto masuk ruangan.

Sementara Menristek BJ Habibie mengatakan, mengutip keterangan Korfer, kondisi Kepala Negara lebih sehat daripada perkiraan banyak orang.

Menurut Habibie, Presiden Soeharto telah merencanakan istirahat sampai hari Sabtu (13/7), dan hari Minggu (14/7) pulang ke Indonesia, sehingga pada Selasa pekan depan telah mulai bekerja kembali.

Apa yang dilakukan para dokter hanya memeriksa kesehatan secara umum dan tidak ada operasi seperti yang diduga orang, ujar Habibie yang sebelumnya juga pernah mengikuti pemeriksaan di rumah sakit tersebut.

“Dalam usia seperti Bapak Presiden adalah wajar dilakukan pemeriksaan kesehatan secara periodik untuk menjaga kondisi kesehatan.” ujar Habibie.

Pemeriksaan kesehatan memang telah dilakukan oleh para dokter di Indonesia, tetapi untuk saling cek informasi kesehatan tersebut, biasa dilakukan berganti tempat, katanya.

Sementara itu Mensesneg Moerdiono, di Jakarta, Selasa (9/7), mengemukakan pemeriksaan lebih intensif terhadap kondisi kesehatan Kepala Negara dilakukan bersama-sama oleh tim dokter kepresidenan dan tim dokter ahli di Rumah Sakit Herz Medical Centrum di kota kecil Bad Oeynhausen. Menurut, rencana, pemeriksaan kesehatan kepala negara itu akan dilakukan selama tiga hari,pada hari Selasa, Rabu dan Kamis yang akan datang.

Tim dokter kepresidenan sendiri sudah berada di Bad Oeynhausen mendahului Presiden dan rombongan yang tiba di Hannover, Senin (8/7), pukul 18.00 waktu setempat. Kepala Negara datang ke Jerman bersama putra-putrinya, masing-masing Mbak Tutut, Sigit, Titiek, Mamiek, dan dua cucunya Didiet (putra Titiek) dan Wira (putra Mamiek).

Jalan-jalan Di Taman

Antara juga melaporkan, Senin sore (Senin Malam WID), Presiden dan keluarga menyempatkan diri berjalan bersama-sama belasan wartawan dalam dan luar negeri di taman penyehatan (Kurpark) Bad Oeynhausen.

Dengan menggunakan topi dan overcoat berwarna biru tua Presiden Soeharto menjawab pertanyaan para wartawan sambil berjalan mengitari taman, dan beberapa kali berfoto bersama anggota keluarga yang turut dalam rombongan.

Para wartawan itu antara lain menanyakan usia Presiden Soeharto dan berapa hole ia masih mampu bermain golf Melalui penerjemahnya Menristek BJ Habibie yang juga pernah berobat jantung di Bad Oeynhausen. Kepala Negara mengatakan masih mampu bermain golf dengan sembilan hole dengan 12 handicap.

Sejak Senin siang, belasan wartawan menunggu di lobby, hotel tempat kepala negara menginap untuk melakukan wawancara. Kepala Negara akhirnya mengajak para wartawan berjalan.

Sumber : SUARA KARYA (09/07/1996)

______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 667-669.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.