PRESIDEN LAWAT JENAZAH JEND POL (PURN) ANTON SUDJARWO

PRESIDEN LAWAT JENAZAH JEND POL (PURN) ANTON SUDJARWO

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto Senin malam melawat jenazah mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Anton Soedjarwo, dirumah duka Jalan Ampera Raya No. 125 Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Mantan Kapolri itu meninggal dunia dalam usia 58 tahun di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur, setelah dirawat sejak 4 Maret lalu.

Menurut rencana jenazahnya akan dikebumikan pukul 11.00 hari Selasa di Taman Makam Pahlawan Kalibata, diberangkatkan dari rumah duka.

Atas usul keluarga dan teman dekat ia pernah dipindahkan ke RS Gatot Soebroto setelah lebih dahulu mendapat perawatan awal di RS Polri Kramat Jati, namun kembali dipindahkan ke rumah sakit semula atas permintaannya sendiri hingga ia menghembuskan nafas terakhir.

Almarhum Soedjarwo, putera Bapak Adimulyo itu meninggalkan seorang isteri, Bintarti Subiyakto (menikah 24 Maret 1963), seorang putri dan seorang putra masing­ masing Indriani dan Rudiayanto.

Anton kala menjabat Kapolri melancarkan pola “Rekonfu” dan “Time Spiritnya”, mengalihkan organisasi Polri dari tipe “staf umum” menjadi tipe “direktorat” sehingga setiap direktur berperanan dana tanggungjawab lebih khusus.

Ia lahir di Bandung, 21 Maret 1930. Tamat Sekolah Rakyat di Cilacap tahun 1945, tamat SMP di Purworejo tahun 1949, dan SMA Magelang tahun 1952.

Lepas SMA ia mengikuti Sekolah Inspektur Polisi di Sukabumi hingga tamat 1954. Pemerintah RI mengirimkannya ke Porong (Jawa Timur) mengikuti pendidikan Rangers Sekolah Polisi Mobil Brigade (SPMB) sampai tahun 1960.

Setelah kembali dari Amerika Serikat mengikuti Pendidikan Sekolah Infantri (1961) lalu mengikuti Kursus Bantuan Pertahanan tahun 1965 dan pendidikan Para Dasar di Margahayu Bandung tahun 1967.

Ia memperoleh 18 tanda penghargaan dari dalam dan luar negeri termasuk Bintang Yudha Dharma dan Bintang kelas I Pratama Bhorn mongkut dari Thailand.

 

 

Sumber : ANTARA (18/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 633-634.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.