PRESIDEN: LAPANGAN GOLF JANGAN LAHIRKAN KESENJANGAN SOSIAL

PRESIDEN: LAPANGAN GOLF JANGAN LAHIRKAN KESENJANGAN SOSIAL[1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan pembangunan lapangan golf tidak boleh mengakibatkan munculnya masalah kesenjangan sosial.

“Presiden menanyakan masalah lapangan golf dan minta saya melakukan koordinasi dengan para menteri lainnya. Presiden meminta agar masalah itu jangan melahirkan kesenjangan sosial,” kata Menteri Negara Agraria / Kepala BPN Soni Harsono, setelah menemui Kepala Negara di Bina Graha, Rabu.

Pembangunan lapangan golf akhir-akhir ini mendapat sorotan, antara lain pembangunan yang direncanakan dibangun PT. Agrowisata Nusantara (AN) di Cisarua, Bogor. Soni mengatakan, pembangunan lapangan golf harus disesuaikan dengan rencana umum tata ruang (RUTR) dan rencana detail tata ruang (RDTR). Ia mengatakan khusus mengenai kawasan Puncak, yang pembangunannya diatur dengan Keppres No 79/ 85 terdapat masalah, karena pada daerah yang seharusnya tidak ada bangunan ternyata ada bangunan yang sudah mendapat sertifikat.

Karena itu, Keppres 79 yang mengatur penataan di kawasan Puncak itu mungkin akan ditinjau kembali sehingga peraturan yang baru benar-benar bisa dilaksanakan secara baik.

Soni mencontohkan Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua sebenarnya tidak boleh berdiri di sana. “Namun karena pada kenyataanya TSI sudah berdiri maka perluasannya harus dibatasi atau dihentikan, “katanya. Pengelola taman hiburan ini telah mengemukakan keinginan mereka untuk mendapat tambahan 100 ha, sedangkan Pemda Bogor menghendaki agar hanya disediakan 70 ha.

“Kalau perlu perluasan itu distop dulu,”kata Soni. Ia mengatakan, ada pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis agrowisata di Sukabumi dengan membebaskan tanah puluhan hektare. Namun rencana itu sulit diizinkan karena rakyat setempat sudah memiliki sertifikat sehingga kepastian hukum terhadap rakyat harus diberikan.

Ketika ditanya tentang adanya pengusaha real estate yang mengiklankan rumah yang akan dibangunnya padahal mereka belum mendapat izin,Soni mengatakan rakyat harus bersikap waspada.

“Masyarakat harus berani menceknya,”kata Soni ketika dimintai komentarnya tentang kasus yang antara lain terjadi di Bekasi. (T!EU02/DN-02-26 /05/9315:52)

Sumber:ANTARA  (26/05/1993)

__________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 887-887

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.