PRESIDEN LANTIK DAN KUKUHKAN SUSUNAN MABINAS DAN KWARNAS PRAMUKA 1978 – 1983

PRESIDEN LANTIK DAN KUKUHKAN SUSUNAN MABINAS DAN KWARNAS PRAMUKA 1978 – 1983

Presiden Soeharto Senin pagi melantik dan mengukuhkan susunan Majelis Pembimbing Nasional dan Andalan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk masa bakti 1978 – 1983 dalam suatu upacara di Istana Negara, Jakarta.

Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) diketuai oleh Presiden Soeharto dan Andalan Kwartir Nasional diketuai oleh Mayjen (Purn) Mashudi.

lbu Tien Soeharto dalam laporannya selaku Ketua Formatur untuk menyusun pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyatakan bahwa pembentukan pengurus Kwarnas ini merupakan salah-satu hasil musyawarah nasional Gerakan Pramuka di Bukit tinggi, Sumbar, akhir Oktober 1978.

Formatur yang diketuai lbu Tien Soeharto itu beranggotakan enam orang tokoh Gerakan Pramuka yang terdiri dariLegen (Purn) Sudirman, R. Ali basyah Safari, Ismail, Broto Mulyono, D. Soumokil dan K.H. Purbantia.

Munas menugaskan kepada formatur untuk menyusun pengurus Kwartir Nasional dalam jangka waktu tiga bulan. Tugas itu berhasil diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Formatur ditugaskan menyusun pengurus Kwarnas dengan memilih tokoh-tokoh nasional yang benar-benar dikenal dan diyakini sebagai tokoh pendidikan kepramukaan dan dapat diandalkan untuk kelestarian dan pengembangan Gerakan Pramuka demi tercapainya tujuan Gerakan Pramuka yang terancam dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.

lbu Tien Soeharto menyatakan, bahwa dalam penyusunan pengurus Kwarnas itu formatur banyak mendapat bantuan dan pengertian dari berbagai pihak, terutama para pecinta Pramuka.

Dalam hal ini, Ketua Formatur juga banyak mendapat dukungan dari Presiden selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka. Nama-nama susunan pengurus Kwamas telah diajukan kepada Ketua Mabinas Pramuka.

Susunan Mabinas

Dalam Mabinas Gerakan Pramuka yang diketuai Presiden Soeharto itu duduk sebagai wakil-ketua, Wakil Presiden RI H. Adam Malik, dan Wakil Ketua merangkap Ketua Harian Sultan Hamengkubuwono IX.

Sedang anggota Mabinas antara lain terdiri dari Ketua DPR/MPR Daryatmo, Menko bidang Ekuin Prof. Dr. Widjojo Nitisastro, Menko bidang Kesra Surono, Menko Polkam M. Panggabean, Mensesneg Sudharmono Mendagri Amirmachmud, Menhankam Jenderal TNI M. Jusuf, Menpen Ali Murtopo dan beberapa Menteri lainnya.

Selain itu anggota Mabinas yang berjumlah 45 orang ini terdiri dari para kepala Staf ketiga angkatan dan Polri dan Panglima Kowilhan I sampai empat. Dalam Mabinas ini duduk pula sebagai anggota beberapa tokoh gerakan Pramuka.

Pengurus Kwarnas 1978 – 1983

Dalam kepengurusan Kwamas masa bakti 1978-1983 yang berjumlah 21 orang ini duduk sebagai Wakil Ketua Letjen (Purn) Sudirman yang merangkap sebagai anggota, Wakil Ketua merangkap anggota, H. Kusno Utomo, Wakil Ketua merangkap anggota Ibu Tien Soeharto dan Wakil Ketua merangkap anggota Dr. W.P. Napitupulu.

Sebagai Sekjen merangkap anggota telah pula diangkat Mayjen TNI (purn) Soedarsono Mertoprawiro.

Selain itu tercantum pula sebagai anggota pengurus Kwamas Ibu Nelly Adam Malik, Ny. Mastini Hardjoprakoso MS, Ny. Mudjono Probopranowo, Dra. Mien Wamaen, Ir. M. Hatin Soedarma, A.J. Sewaka dan Liem Beng Kiat.

Selain itu terpilih pula sebagai anggota pengurus Kwarnas Gubernur JawaTengah Mayjen TNI Soepardjo Roestam, Mayjen R. Ali basyah Satari, D.D. Soumokil, Mayjen. TNI Abdul Rival Harahap, Marsda TNI Suryo, Mayjen Pol. Drs. Sabar Koembino Brotomulyono. AHJ Purukan BA, Kol Pol (Purn) Ismail, R.M. Sutanto SH, Alfian Amura dan Susi Yuliati.

Presiden dalam acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Kwarnas Pramuka dan Mabinas itu memberikan sambutannya yang pada pokoknya mengemukakan pentingnya peranan Gerakan Pramuka dalam pendidikan anak-anak dan para remaja yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.

Selesai upacara pengukuhan Presiden bersama para pengurus Kwarnas dan Mabinas beramah-tamah, sementara para anggota Pramuka menyanyikan lagu Satya Pramuka dan lagu-lagu mars nasional lainnya. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (15/01/1979)

Dikutipsesuaitulisandanejaanaslinyadaribuku "Presiden RI Ke II JenderalBesar HM SoehartodalamBerita", BukuV (1979-1980), Jakarta: AntaraPustakaUtama, 2008, hal. 5-7.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.