PRESIDEN LAKUKAN PANEN PADI SUPRA INSUS BIDANG PERTANIAN TETAPJADI PENDUKUNG UTAMA PEMBANGUNAN

PRESIDEN LAKUKAN PANEN PADI SUPRA INSUS BIDANG PERTANIAN TETAPJADI PENDUKUNG UTAMA PEMBANGUNAN

Jakarta, Angkatan Bersenjata

PRESIDEN Soeharto mengatakan kegiatan Supra Insus merupakan langkah penting bagi kita untuk memantapkan swasembada pangan yang telah dicapai. Jika kita tidak dapat mencapai swasembada beras yang mantap, maka sulit kita bayangkan keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya.

“Seandainya kita sekarang masih mengimpor beras, maka bisa dibayangkan betapa besar devisa yang harus dikeluarkan untuk itu. Dan karenanya bisa kita bayangkan betapa berat keadaan perekonomian kita jika hal itu terjadi,” tambah Presiden ketika peresmian panen padi perdana Supra lnsus di Desa Jatimulya Kabupaten Subang, Selasa.

Panen itu seluas 840 hektar. Dari 12 Kecamatan serta 240 Desa di Kabupaten Subang, tidak kurang dari 9 Kecamatan dan 165 Desa yang terkena proyek Supra Insus. Proyek ini meliputi 65.000 hektar terdiri dari 1.613 kelompok tani. Supra Insus Pemerintah telah menyediakan dana kredit sebesar Rp 4 milyar lebih, yang telah terealisir sebanyak Rp 1,2 milyar, ditangani 113 KUD dari 47 KUD yang ada di Subang.

Dimulainya panen raya itu ditandai dengan pemukulan kohkol oleh Presidein Soeharto dan pemukulan lesung oleh Ibu Tien Soeharto, diikuti kemudian oleh Menteri Pertanian Achmad Affandi, Menmud Urusan Peningkatan Produksi Pangan Ir. Wardoyo, dan Gubemur Jawa Barat Yogie SM yang disertai isteri masing-masing.

Pendukung Utama

Menurut Presiden dalam pembangunan yang terus meningkat ini, maka bidang pertanian umumnya dan produksi beras khususnya harus tetap menjadi kekuatan pendukung utama. Itulah sebabnya mengapa swasembada beras yang telah kita capai kita syukuri sedalam-dalamnya.

Yang tak kalah pentingnya, adalah usaha kita agar peningkatan produksi beras itu benar- benar berarti perbaikan penghasilan dan kesejahteraan berjuta-juta petani dan keluarganya. Kita tak mungkin mencapai masyarakat yang maju, sejahtera dan adil makmur, jika kita tak berhasil memperbaiki tingkat hidup kaum tani yang merupakan lapisan terbesar masyarakat kita.

Untuk itu pula kaum tani harus masuk dan memperkuat KUD, karena dengan KUD bisa dipenuhi segala keperluan petani untuk menaikkan produksi dan memasarkan hasil-hasilnya.

Dengan melakukan segala keperluan secara bersama­sama itu maka akan tercapai efisiensi yang tinggi. Jika ada keuntungan maka sebagian besar darinya akan jatuh ke tangan petani sendiri, bukan kepada pihak lain.

Presiden juga minta agar kelompok-kelompok tani terus diperkuat, karena di dalamnya para petani bisa mengembangkan pikiran dan saling menukar pengalaman. Dengan jalan ini, kita percaya bahwa produksi beras kita akan dapat ditingkatkan di waktu-waktu yang akan datang.

Swasembada  Pangan

Tugas kita dalam membangun pertanian yang tangguh sangat luas. Kata Presiden swasembada beras yang kita capai harus kita tingkatkan menjadi swasembada pangan dalam arti luas.

Ini merupakan pekerjaan sangat besar, karena menyangkut peningkatan produksi palawija, buah-buahan, sayur-sayuran, daging dan telor ikan dan banyak lagi. Selain itu kita juga harus meningkatkan produksi perkebunan, dan kelebihan hasil pertanian dan perkebunan itu akan diekspor, sebagai langkah mutlak untuk tidak selalu tergantung  pada ekspor migas.

Bahkan yang kita ekspor bukan hanya hasil pertanian, tapi lebih dari itu adalah hasil pertanian yang telah kita olah sendiri. Dengan begitu akan memperluas lapangan pekerjaan. Hasilnya, tentu akan lebih besar dan ini menguntungkan petani.

Presiden Soeharto mengatakan kegiatan Supra Insus merupakan langkah penting bagi kita untuk memantapkan swasembada pangan yang telah dicapai. Jika kita tidak dapat mencapai swasembada beras yang mantap, maka sulit kita bayangkan keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya.

“Seandainya kita sekarang masih mengimpor beras, maka bisa dibayangkan betapa besar devisa yang harus dikeluarkan untuk itu. Dan karenanya bisa kita bayangkan betapa berat keadaan perekonomian kita jika hal itu terjadi,” tambah Presiden ketika peresmian panen padi perdana Supra lnsus di Desa Jatimulya Kabupaten Subang, Selasa.

Panen itu seluas 840 hektar. Dari 12 Kecamatan serta 240 Desa di Kabupaten Subang, tidak kurang dari 9 Kecamatan dan 165 Desa yang terkena proyek Supra Insus.

Proyek ini meliputi 65.000 hektar terdiri dari 1.613 kelompok tani. Supra Insus Pemerintah telah menyediakan dana kredit sebesar Rp 4 milyar lebih, yang telah terealisir sebanyak Rp 1,2 milyar, ditangani 113 KUD dari 47 KUD yang ada di Subang.

Pendukung Utama

Menurut Presiden dalam pembangunan yang terus meningkat ini, maka bidang pertanian umumnya dan produksi beras khususnya harus tetap menjadi kekuatan pendukung utama. ltulah sebabnya mengapa swasembada beras yang telah kita capai kita syukuri sedalam-dalamnya.

Yang tak kalah pentingnya, adalah usaha kita agar peningkatan produksi beras itu benar-benar berarti perbaikan penghasilan dan kesejahteraan berjuta-juta petani dan keluarganya.

Kita tak mungkin mencapai masyarakat yang maju, sejahtera dan adil makmur, jika kita tak berhasil memperbaiki tingkat hidup kaum tani yang merupakan lapisan terbesar masyarakat kita.

Untuk itu pula kaum tani harus masuk dan memperkuat KUD, karena dengan KUD bisa dipenuhi segala keperluan petani untuk menaikkan produksi dan memasarkan hasil-hasilnya. Dengan melakukan segala keperluan secara bersama­sama itu maka akan tercapai efisiensi yang tinggi. Jika ada keuntungan maka sebagian besar darinya akan jatuh ke tangan petani sendiri, bukan kepada pihak lain.

Presiden juga minta agar kelompok-kelompok tani terus diperkuat, karena di dalamnya para petani bisa mengembangkan pikiran dan saling menukar pengalaman. Dengan jalan ini, kita percaya bahwa produksi beras kita akan dapat ditingkatkan di waktu-waktu yang akan datang.

Swasembada Pangan

Tugas kita dalam membangun pertanian yang tangguh sangat luas. Kata Presiden, swasembada beras yang kita capai harus kita tingkatkan menjadi swasembada pangan dalam arti luas. Ini merupakan pekerjaan sangat besar, karena menyangkut peningkatan produksi palawija, buah-buahan, sayur-sayuran, daging, telor ikan dan banyak lagi.

Selain itu kita juga harus meningkatkan produksi perkebunan, dan kelebihan hasil pertanian dan perkebunan itu akan diekspor, sebagai langkah mutlak untuk tidak selalu tergantung pada ekspor migas.

Bahkan yang kita ekspor bukan hanya hasil pertanian, tapi lebih dari itu adalah hasil pertanian yang telah kita olah sendiri. Dengan begitu akan memperluas lapangan pekerjaan. Hasilnya, tentu akan lebih besar dan ini menguntungkan petani.

Presiden, juga mengingatkan agar kaum tani sungguh-sungguh memperhatikan petunjuk-petunjuk aparat pertanian, karena petunjuk tersebut merupakan hasil-hasil penelitian yang luas dan dalam. Tujuan akhir petunjuk itu untuk perbaikan kehidupan dan peningkatan kesejahteraan kaum tani.

Sebagai contoh disebutkan pelaksanaan Supra Insus sekarang ini yang diperkirakan mampu mencapai hasil sekitar 9 ton gabah kering tiap hektarnya. Selain Presiden dan lbu Tien, juga beberapa Menteri Kabinet Pembangunan IV dan Panglima ABRI Jenderal TNI L.B Moerdani turut hadir dalam acara tersebut.

Presiden dalam kunjungan kerja di desa Jatimulya itu juga mengadakan temu wicara dengan petani setempat.

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (08/07/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 832-835

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.