PRESIDEN: KURANGNYA PENDIDIKAN AGAMA AKIBATKAN MUNCULNYA KRIMINALITAS

PRESIDEN: KURANGNYA PENDIDIKAN AGAMA AKIBATKAN MUNCULNYA KRIMINALITAS[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta para alim ulama serta rohaniawan meningkatkan pendidikan agama untuk mengatasi tindakan kriminal serta tindakan tercela di kalangan masyarakat.

“Pendidikan agama sangat penting,” kata Presiden di Istana Merdeka, Jumat, ketika menerima 32 ulama dari Daerah Istimewa Yokyakarta.

Masalah pentingnya pendidikan agama ini dikemukakan Presiden setelah Ketua Majelis Ulama Yokyakarta, Husein Yusuf menyampaiklan keprihatinan mereka tentang masih tingginya tingkat kriminalitas dan tindakan- tindakan tercela lainnya.

“Tindakan kriminal dan terceIa itu muncul akibat pengaruh luar negeri yang masuk lewat media massa,”kata Husein Yusuf. Karena itu Kepala Negara minta para ulama untuk ikut aktif meningkatkan pendidikan agama dan budi pekerti kepada generasi muda.

Masalah pendidikan agama sangat penting, medkarena tujuan pembangunan adalah tidak hanya mengejar kebutuhan kebendaan tapi juga bathin. Pada kesempatan itu Presiden juga minta alim ulama untuk mengembangkan rasa bangga terhadap produk dalam negeri guna menghadapi pasar bebas.

“Karena luar negeri menguasai teknologi, maka barang mereka menjadi murah dibanding produksi kita. Kalau rakyat membeli barang luar negeri, industri dalam negeri akan mengalami kehancuran ,”kata Presiden.

Karena itu Presiden minta para ulama meningkatkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta terhadap produk nasional guna menghindari dampak negatif akibat liberalisasi .(U.EU02/B/EL0211112/95 12:11/rfl)

Sumber:ANTARA(l2/12 /1995)

_____________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 559-559.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.