PRESIDEN KUNJUNGI AIR TERJUN VICTORIA

PRESIDEN KUNJUNGI AIR TERJUN VICTORIA

 

 

Harare, Suara Pembaruan

Presiden dan Ibu Soeharto, Menlu Ali Alatas dan Menko Ekuin Radius Prawiro masing-masing dengan istri, Mensesneg Moerdiono, serta rombongan Selasa siang (3/12) mengunjungi Air Terjun Victoria (Victoria Falls) dan dengan feri melayari Sungai Zambezi yang merupakan perbatasan antara Zimbabwe dan Zambia.

Kunjungan ke air teijun terbesar di dunia itu, termasuk mengunjungi hutan tropis (rain forest) dan melayari Sungai Zambesi memakan waktu setengah hari. Demikian laporan wartawan Pembaruan Moxa Nadeak dari Harare, Rabu pagi.

Presiden dan rombongan Selasa pagi terbang selama kurang lebih satu jam dengan Boeing 737 Air Zimbabwe ke bandar udara Victoria Fall dan dari sana dengan mobil menuju Hotel Victoria Falls yang dibangun tahun 1903. Setelah beristirahat sejenak, peijalanan diteruskan ke tepi hutan itu. Rutan ini terletak di seberang Victoria Falls. Presiden Soeharto dan rombongan berjalan kaki menelusuri hutan itu dan pada beberapa tempat menyaksikan air terjun yang luar biasa itu.

Setibanya di bandar udara Victoria Falls, rombongan disambut oleh Menteri Lingkungan dan Pariwisata Zimbabwe Dr. Herbert Murverwa yang sudah pernah berkunjung ke Indonesia, didampingi para pejabat pemerintah kota

Victoria Falls Lucas Sibanda, juga tari-tarian anak-anak muda sama seperti ketika tiba di Zimbabwe Senin pagi dan ketika mengunjungi Balai Kota, menyambut rombongan ketika tiba di bandar udara ini. Presiden dan. Ibu Soeharto menaruh perhatian pada tari-tarian itu dan bertepuk tangan menyambutnya.

Setelah cukup lama menelusuri hutan dan menyaksikan lima air terjun itu sambil bergambar bersama, perjalanan diteruskan dengan menaiki feri melayari Sungai Zambezi yang luas mirip danau atau laut Perjalanan inisejauh enam km pulang pergi sambil bersantap siang.

 

Victoria Falls

Victoria Falls terdiri dari batu-batuan yang mewakili tujuh zaman batu. Bukti pertama adalah ditemukannya kapak batu dan alat-alat pemotong lainnya.Cuaca yang berubah-ubah mengakibatkan perubahan-pernbahan pada susunan lapisan batu­ batuan itu.

Victoria Falls terdiri atas lima, air terjun,masing-masing Eastern Cataract Falls setinggi 101,meter, Rainbow Falls 108 meter, Horse Shoe Falls 95 meter,Main Falls (Air Terjun Utama) 93 meter dan Devils Cataract setinggi 70 meter. Di kawasan air terjun ini, berbagai binatang Afrika seperti kudu, Wilderbesat, eland, water buck, cheetah, impala dan airwolf menurnt keterangan dapat ditemukan, tetapi selama kunjungan Presiden itu tidak satu pun satwa itu yang kelihatan.

Nama Victoria Falls ini digunakan juga untuk nama bandar udaranya, hotelnya yang tercinta dan juga kota kecil di sana yang mempunyai stasiun kereta api, kantor pos, supermarket dan beberapa hotel lainnya. Kota kecil ini hanya berpenduduk 20.000 jiwa. Jarak antara bandar udara Victoria Fall ke kota Victoria Falls 21 km.

 

Sungai Zambezi

Sungai Zambezi berasal dari utara Zambia, mengalir ke tenggara memasuki Angola, kembali ke Zambia, lalu ke selatan melewati dataran Barotse dan terus ke daerah rawa-rawa Caprivi, kemudian menyatu dengan Sungai Chobe. Dari sana mengalir ke timur membentuk perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe dan seterusnya memasuki Mozambique terus ke Samudera Hindia. Panjang keseluruhan Sungai Zambezi 2.700 km, merupakan sungai keempat terpanjang di Afrika.

Di banyak tempat Sungai Zambezi membentuk air-air terjun, tetapi di perbatasan antara Zimbabwe dan Zambia itulah Victoria Falls, air terjun yang terbesar. Di tengah­tengah sungai ini pun ditemukan pulau-pulau, seperti sebelum Victoria Falls, Pulau Livingstone, Pulau Cataract, Pulau Ratu Victoria, dan Pulau Ratu Christian.

Orang kulit putih pertama yang menemukan Air Terjun Victoria adalah Dr David Livingstone. Suku Tonga menamakan air terjun itu “Mosi-oa-Tunya” atau Kabut yang menggemuruh (The Smoke that Thund ers), sedang Livingstone menamakannya Victoria Falls, sebagai penghormatan kepada Ratu Inggris Victoria.

Pada tahun 1855, Livingstone menulis pemandangan yang dilihatnya. “Pada pemandangan yang seindah ini malaikat-malaikat dalam perjalanan mereka pasti tercengang.”Livingstone lahir di Skotlandia tanggal 19 Maret 1813 dari keluarga miskin. Ia mula-mula bekerja pada pabrik tenun pada usia sepuluh tahun untuk membiayai pendidikannya. Ia mempelajari teologia dan kedokteran di Universitas Glasgow dan Charing Cross Hospital. Lalu bergabung dengan London Missionary Society pada tahun 1838 dan memperoleh gelarnya serta ditahbiskan pada tahun 1840.

Minatnya yang besar melakukan tugas misionemya ke Afrika Selatan mendorong berlayar ke Cape Town. Dari sana ia ke Kuruman untuk bergabung dengan suatu pos misi yang diselenggarakan oleh Robert Moffat, yang sudah pernah ditemuinya di London-lah yang mempengaruhinya untuk: melayani di Afirika. Kuruman menjadi basisnya untuk beberapa tahun dan pada tahun 1845 ia menikahi anak perempuan Moffat, Mary.

Pada tahun 1851, bersama istrinya ia turut dalam ekspedisi ke wilayah Makololo, mencapai Sungai Chobe dan tidak lama, menemukan Sungai Zambesi untuk pertama kalinya. Pada perjalanan berikutnya, tanggal 3 November 1855, ketika berlayar di Sungai Zambezi itu ia menyaksikan air terjun tersebut. Di hutan yang dilewati Presiden Soeharto berdiri patung Devil’s Livingstone yang menghadap ke Air Terjun Devil’s Cataract.

 

 

Sumber : SUARA PEMBARUAN (04/12/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 310-312.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.