PRESIDEN: KEGIATAN SEMINAR DAN LOKAKARYA DALAM REPELITA III HARUS DIKURANGI

PRESIDEN: KEGIATAN SEMINAR DAN LOKAKARYA DALAM REPELITA III HARUS DIKURANGI

Presiden Soeharto menginstruksikan kegiatan2 seminar lokakarya, widyawisata dan rapat kerja yang sekarang sering dilakukan oleh instansi2 pemerintah agar dikurangi dalam Repelita III nanti.

“Yang penting adalah mengambil langkah-langkah nyata di lapangan dan dana­ dana yang tersedia harus digunakan di lapangan”, demikian Menpan Dr. J.B. Sumarlin menjelaskan instruksi Presiden itu kepada para wartawan di Bina Graha Sabtu siang.

Sumarlin mengatakan, bahwa seminar2 yang dilakukan sejak Pelita I sampai Pelita II sekarang ini hanya membahas masalah yang, “itu2 saja”, dan tidak pernah menghasilkan sesuatu yang kongkrit.

Ia melihat banyak seminar2 atau lokakarya hanya untuk memberikan kesempatan bepergian dan berfoya2 bagi pejabat instansi yang menyelenggarakannya.

Presiden, menurut Sumarlin menginstruksikan agar instansi pemerintah yang sudah melakukan seminar2 melaksanakan kesimpulan2 yang telah dirumuskan selama ini.

Sumarlin menegaskan kegiatan seminar atau lokakarya akan ditertibkan melalui penertiban Daftar Isian Proyek (DIP) tiap2 instansi.

Ketika ditanya berapa besar jumlah uang negara yang dihabiskan untuk seminar2 itu, Sumarlin hanya menjawab: “cukup banyak”.

“Ada yang hanya jalan-jalan saja”, demikian kata Sumarlin menyahut ketika seorang wartawan rnengatakan bahwa banyak peserta seminar2 yang sekarang mewabah itu hanyalah “omong kosong” saja. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (24/03/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 47-48.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.