PRESIDEN KEGIATAN FILATELI PERLU TERUS DIPUPUK

PRESIDEN KEGIATAN FILATELI PERLU TERUS DIPUPUK[1]

 

Bandung, ANTARA

Presiden Soeharto mengharapkan Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) sebagai wadah para kolektor perangko terus membina dan memupuk kegiatan filateli sehingga benar-benar memasyarakat.

“Dengan bertambah kuatnya perkumpulan ini, maka diharapkan kegiatan mengoleksi perangko di Tanah Air juga akan berkembang.” kata Presiden dalam amanat tertulis yang disampaikan oleh Dirjen Postel, Zakaria Purawidjaja, pada peringatan 75 tahun PFI di Bandung, Sabtu.

Menurut Kepala Negara, perangko selain indah juga menampilkan kekayaan suatu bangsa, baik kekayaan alam maupun kekayaan seni dan budaya.

Bahkan seringkali perangko menampilkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah, sehingga merupakan catatan perjalanan sejarah suatu bangsa.

Oleh sebab itu, katanya, tidak sedikit orang yang menggunakan waktu senggangnya untuk mengoleksi perangko sebagai kegiatan yang positif. Melalui kegiatan ini, dapat berkembang watak dan kebiasaan yang diperlukan masyarakat yang sedang membangun.

Melalui kegiatan ini pula, seseorang berlatih untuk menjadi orang yang rajin, ulet, tekun dan teliti.

“Karena semuanya itu, saya merasa gembira mendengar bahwa kegiatan mengoleksi perangko di Tanah Air juga berkembang pesat.” kata Presiden.

Menko Polkam Soesilo Soedarman, selaku pembina PFI, didampin gi Ketua Umum PFI Mashudi menandatangani sampul hari pertama peringatan 75 Tahun PFI. Sebanyak 28 orang tokoh, yang dinilai telah berjasa dalam membina dan mengembangkan perfilatelian di Indonesia, menerima piagam penghargaan dari PFI. Penerima penghargaan termasuk di dalamnya mantan Menparpostel Soesilo Soedarman, Menparpostel Joop Ave, mantan Dirut Perum Pos dan Giro Ir. Marsoedi, dan Diru PT Pos Indonesia Cahyana Ahmadjayadi. Festifal Filateli Bandung’97 berlangsung dari 27-31 Maret di Bandung.

Sumber : ANTARA (29/03/1997)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 290-291.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.