PRESIDEN : KAMI SELALU SIAP BEKERJA SAMA DENGAN PBB

PRESIDEN : KAMI SELALU SIAP BEKERJA SAMA DENGAN PBB[1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto menegaskan, Indonesia akan selalu siap bekerja sama dengan PBB dalam proses penyelesaian masalah Timor Timur (Timtim). Hal itu diungkapkan Duta Besar/Wakil Pribadi Sekjen PBB Urusan Timtim Jamsheed Marker kepada wartawan seusai diterima Kepala Negara di Jalan Cendana, Jakarta, hari Kamis (20/3). Pernyataan senada juga diungkapkan Menlu Ali Alatas, yang mendampingi Marker dalam kesempatan sesudahnya.

Marker tiba di Jakarta hari Kamis (20/3) pagi, dan akan berada di Indonesia hingga 30 Maret 1997 mendatang, untuk menjalankan misinya sebagai pencari fakta. Jumat (21/3) pagi ini, ia dijadwalkan akan mengunjungi Timtim selama dua hari.

Selain diterima Presiden Soeharto dan Menlu Alatas, Marker juga akan menemui berbagai pihak yang berkaitan dengan masalah Timtim. Ia akan melaporkan kembali seluruh hasil penemuannya kepada Sekjen PBB Kofi Annan.

Sebelum meninggalkan Jakarta 30 Maret 1997, ia akan mengadakan pertemuan dengan Menlu Alatas, yang waktu itu telah kembali dari Jawatannya ke Pakistan, Uni Emirat Arab dan Qatar.

Marker mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Soeharto telah memberi gambaran dan persepsi baru tentang Timtim. Dikatakan, PBB selalu siap dengan bantuan yang mungkin bisa diberikan dalam proses penyelesaian Timtim.

“Tapi, bantuan PBB itu lebih pada arti menawarkan jasa baik dan pelayanan sebagai mediator, seperti yang telah dilakukan sekarang ini.” katanya.

Ia menegaskan,

“Perlunya meneruskan Dialog Segitiga di bawah naungan Sekjen PBB seperti yang telah dijalankan sejak tahun 1983 hingga 1996. Ini sebuah proses yang paling penting adalah bahwa dialognya harus diteruskan, dan juga cara mendapatkan hasil yang produktif.” ujar Marker.

Ia tidak memberi jawaban pasti tentang pandangan Portugal dalam kasus tersebut. Ia hanya mengatakan, telah bertemu dan berbicara dengan pihak Portugal dan telah menyampaikan pandangan Portugal kepada Sekjen PBB.

Sambut Baik

Secara terpisah Menlu Alatas menambahkan, Presiden Soeharto menyambut baik kedatangan dan misi Marker ke Indonesia. Kepala Negara mengharapkan, Marker bisa memperoleh masukan yang baik dan melihat sendiri keadaan di Indonesia, terutama Timtim, untuk mendapatkan penilaian obyektif. Langkah itu penting dalam Indonesia baik di Jakarta maupun di Timtim. Dubes Marker akan berkunjung ke Timtim selama dua hari, dan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat.

Hasil kunjungan Dubes Marker akan dilaporkan kepada Sekjen PBB. Diperkirakan sesudah itu Sekjen PBB akan memanggil kedua wakil tetap (Watap) Indonesia dan Portugal untuk membahas bersama tata cara, waktu, dan sebagainya, mengenai putaran berikutnya dari dialog segitiga.

Kamis (20/3), Marker telah mengadakan pembicaraan tahap pertama dengan Menlu Alatas dan dilanjutkan bertemu Presiden. Dalam pembicaraan dengan Presiden, menurut Alatas, Dubes Marker menjelaskan misinya, yaitu mengumpulkan masukan dari pihak Portugal maupun dari pihak Indonesia tentang proses perundingan segitiga.

Menlu Alatas akan bertemu kembali dengan Dubes Marker 30 Maret mendatang sekembalinya Alatas dari Pakistan, UAE (Persatuan Arab Enurat), dan Qatar. (N-1)

Sumber : SUARA KARYA (23/03/1997)

___________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 33-34.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.