PRESIDEN: KAJI KEMUNGKINAN JADI TUAN RUMAH AG DAN OLIMPIADE

PRESIDEN: KAJI KEMUNGKINAN JADI TUAN RUMAH AG DAN OLIMPIADE[1]

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta Menpora Hayono Isman untuk mengkaji kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2006 dan Olimpiade 2008.

“Ini belum keputusan final karena masih harus dikaji dahulu .Ini baru kemauan karena belum tentu terlaksana.” kata Hayono kepada pers setelah menemui Kepala Negara di Istana Merdeka, Jumat.

Alasan Kepala Negara untuk mengkaji masalah itu, kata Hayono adalah pada tahun-tahun itu kemiskinan absolut sudah hilang dan ekonomi nasional sudah semakin membaik, apalagi jika pertumbuhan ekonomi bisa tetap tujuh persen/ tahun.

Ketika ditanya wartawan apakah Indonesia mampu menjadi tuan rumah padahal sekarang ini prestasi olahraga masih memprihatinkan, ia mengatakan justru dunia olahraga harus memanfaatkan dunia usaha untuk memajukan olahraga.

Menpora kemudian menunjuk pada keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga tahun 1962, sehingga menempati peringkat kedua setelah Jepang.

“Saat itu kita mengerahkan segala daya dan dana,” kata Hayono. Ia kemudian juga menunjuk pada beberapa negara seperti Thailand dan Australia yang berhasil ditunjuk menjadi penyelenggara pesta olahraga besar karena mereka berhasil membuat berbagai prasarana dan sarana yang baik sekalipun prestasinya belum menonjol.

Khusus mengenai Olimpiade tahun 2008, ia mengatakan jika Indonesia berhasil ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2006, maka berbagai prasarana itu ideal sekali jik a langsung digunakan bagi pesta dunia itu.

Sementara itu, ketika dimintai komentarnya tentang pengeroyokan terhadap pelatih tenis Donald Wailan Walalangi oleh 30 pegulat di Jakarta hari Rabu, Menpora berkata

“Pengeroyokan itu sangat memprihatinkan.”

Alasan Menpora adalah para atlet yang seharusnya menjadi contoh justru berlaku tidak pantas apalagi pengeroyokan itu dilakukan terhadap orang olahraga sendiri.

(T. Eu02/24/0l/97  14:06/0K07/0K01/B)

Sumber: ANTARA (24/01/1997)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 551-552.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.