PRESIDEN JANJIKAN BEA-SISWA BAGI TIGA “SRIKANDI” INDONESIA

PRESIDEN JANJIKAN BEA-SISWA BAGI TIGA “SRIKANDI” INDONESIA

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Senin menjanjikan bea-siswa Supersemar kepada tiga atlet panahan Indonesia yang dalam Olimpiade Seoul berhasil meraih medali perak.

Ketika menerima Lilis Handayani, Nurfitriana dan Kusuma Wardani di Bina Graha Jakarta, Presiden mengucapkan selamat kepada mereka.

“Pemerintah bangga atas pretasi yang dicapai itu,” ucap Kepala Negara sebagaimana diungkapkan Menpora Akbar Tanjung kepada wartawan.

Dalam kesempatan itu Presiden mengharapkan agar ketiga atlet itu terus berlatih secara tekun agar prestasi mereka meningkat.

Kepada pimpinan KONI, Presiden juga berpesan agar terus memberikan bimbingan kepada semua cabang olahraga agar Indonesia bisa lebih siap dalam menghadapi peristiwa-peristiwa olahraga tingkat dunia seperti Asian Games dan Olimpiade mendatang.

Ketika diterima Presiden di Bina Graha ketiga atlet panahan itu didampingi Menpora, Ketua Umum KONI Pusat Surono, Ketua Pembina Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Bob Hasan, Ketua Umum Perpani H. Panggabean, Ketua Kontingen Indonesia ke Olimpiade Seoul Mayjen Pol. Wik Djatmiko dan pelatih panahan yang berperanan besar dalam prestasi ketiga atlet tersebut, Donald Pandiangan.

Lilis Handayani kini mahasiswa semester 7 pada Fak. Hukum Universitas Airlangga Surabaya, Kusuma Wardani mengaku telah lulus suatu akademi sedang Nurfitriana kuliahnya di Akademi Perbanas sedang terhenti.

“Mereka ini memang lebih banyak mendapat kesulitan non-teknis ketimbang kesulitan teknis dalam meningkatkan prestasi. Misalnya apabila mereka masuk pusat latihan tentu kuliahnya terganggu. Ini yang harus difikirkan jalan ke luamya,” kata Wik Djatmika.

Meskipun ketiganya telah mempersembahkan medali perak dalam Olimpiade Seoul, yang merupakan medali pertama bagi Indonesia sejak ikut dalam pesta olahraga dunia itu tahun 1952, namun tampaknya perhatian orang untuk memberikan hadiah kepada mereka sangat kurang ketimbang misalnya hadiah bagi atlet bulutangkis di tahun-tahun lalu.

Sampai kini mereka baru mendapat hadiah berupa pemasangan tilpon cuma-cuma dari Menparpostel (tapi rekening bulanannya tetap harus bayar) dan hadiah berupa tawaran menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci dari sebuah biro perjalanan di Jakarta.

Menpora Akbar Tanjung juga mendampingi seluruh anggota tim kontingen Indonesia ke Olimpiade Seoul ketika berkunjung kepada Wakil Presiden Soedharmono di Istana Merdeka Selatan, Senin.

 

 

Sumber : ANTARA (10/10/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 518-519.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.