PRESIDEN: JANGAN TUTUP-TUTUPI KESULITAN MASYARAKAT

PRESIDEN: JANGAN TUTUP-TUTUPI KESULITAN MASYARAKAT

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta Menpen Harmoko untuk tidak menutup-nutupi berbagai kesulitan, kekurangan yang ditemukannya dalam Safari Ramadhan mendatang, karena kendala-kendala tersebut justru harus dipecahkan.

Permintaan itu dijelaskan Harmoko kepada pers setelah melapor kepada Kepala Negara di Jl Cendana, Rabu, tentang kunjungan kerjanya pada bulan Ramadhan ini ke lima propinsi yang lebih dikenal sebagai Safari Ramadhan.

Harmoko mulai 21 Maret akan mengunjungi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan kemudian ke Maluku, yang diperkirakan membutuhkan 11 hari.

“Presiden minta, jika pada kunjungan kerja ini ada temuan termasuk kesulitan dan kekurangan, maka hal itu tidak perlu ditutup-tutupi, tapi justru harus dipecahkan. Masukan-masukan itu justru harus diperhatikan,” katanya mengutip ucapan Presiden.

Ketika menjelaskan latar belakang permintaan Kepala Negara itu, Harmoko mengatakan pembangunan telah menghasilkan berbagai hal positif, tetapi, pembangunan juga menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat.

Presiden juga minta Harmoko untuk merekam secara apa adanya gambaran yang teijadi dalam masyarakat dan mengamati pelaksanaan berbagai proyek pembangunan seperti proyek yang dibiayai dana Inpres.

 

Pemilu

Menpen Harmoko mengatakan pula, dalam kunjungan kerja ini ingin diketahui kesiapan jajaran Departemen Penerangan di daerah dalam menghadapi Pemilihan Umum 1992.

Kepada Kepala Negara juga dilaporkan hasil sidang Dewan Pers yang berlangsung di Jayapura, Irian Jaya baru-baru ini. Dalam sidang itu, para anggota Dewan Pers membahas masalah idiil dan materiil media massa.

Dewan Pers mengimbau media massa untuk tidak memuat hasil pengumpulan pendapat (polling) yang tidak didukung oleh lembaga-lembaga yang secara fungsional memiliki kemampuan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Harmoko mengatakan, imbauan Dewan Pers ini disampaikan agar hasil polling itu tidak menyesatkan atau membingungkan masyarakat.

Ketika menanggapi laporan Harmoko tentang sidang Dewan Pers itu, Presiden Soeharto mengingatkan lagi dunia pers untuk tetap melaksanakan kebebasan pers yang bertanggungjawab.

Harmoko juga melaporkan persiapan sidang para menteri penerangan atau pejabat yang bertanggungjawab di bidang penerangan ASEAN di Kuala Lumpur pada Juli mendatang.

Konperensi ini bertujuan mengkaji berbagai program yang telah ditetapkan pada Konperensi I Menpen ASEAN di Jakarta beberapa waktu lalu, kata Harmoko.

 

 

Sumber : ANTARA (20/03/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 705-706.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.