PRESIDEN: JANGAN HARAP YANG LAIN TAMBAHAN DANA BAGI MAKMUR RAKYAT BANYAK

PRESIDEN: JANGAN HARAP YANG LAIN TAMBAHAN DANA BAGI MAKMUR RAKYAT BANYAK

Presiden Soeharto mengatakan, jangan mengharapkan yang bukan-bukan atau yang lain dari kenaikan harga minyak dunia.

Berpidato ketika meresmikan depot bahan-bahan minyak Padalarang, Jabar, ini, Kepala Negara mengatakan, Indonesia bertekad memanfaatkan setiap tambahan dana penerimaan guna kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.

Depot minyak yang mempunyai daya tampung 60.000 kiloliter mulai dibangun tanggal 15 Desember 1977 dan selesai 13 Juni lalu.

Presiden mengatakan pula, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri Indonesia masih mengimpor bahan bakar, karena RI belurn cukup memiliki pabrik pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar. Dengan mengimpor minyak, tentu saja beaya pengadaan minyak dalam negeri juga ikut naik, karena harga minyak impor itupun naik.

‘Tetapi,” kata Presiden, "pemerintah telah mengambil keputusan untuk tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak di dalam negeri."

Pemerintah menyadari, masyarakat umumnya dewasa ini masih terbatas kemampuannya untuk memikul beban kenaikan lagi harga BBM, katanya.

Kepala Negara mengatakan, pemerintah memilih untuk lebih baik menaikkan subsidi bahan bakar minyak daripada menaikkan harga bahan bakar minyak. Karena pemerintah sadar pembangunan dapat dikatakan berhasil bukan saja apabila penerimaan negara bertambah besar dan pembangunan bertambah maju, tetapi pembangunan dapat dikatakan berhasil jika tingkat kesejahteraan rakyat benar-benar bertambah baik.

Presiden minta kepada Pertamina agar dengan adanya depot di Padalarang, tingkat kesejahteraan rakyat di sebagian Jawa Barat dapat diperbaiki, khususnya dalam hal kecukupan dan kelancaran distribusi minyak bagi kebutuhan masyarakat luas.

"Kelancaran penyediaan dan penyaluran distribusi minyak merupakan tugas pokok Pertamina, di samping tugas yang lain ialah terproduksi minyak bumi," kata Presiden.

Tanpa menyebutkan jumlah beaya, Presiden menitipkan kepada semua karyawan Pertamina yang bertugas langsung terhadap depot di sepanjang saluran dari Cilacap sampai Padalarang, agar memelihara dengan baik dan rasa tanggungjawab yang besar terhadap bangunan itu.

"Biaya untuk menyelesaikan proyek ini tidak kecil," kata Presiden. Biaya itu berasal dari masyarakat sebab kekayaan minyak bumi Indonesia memang milik bangsa. Pertamina dipercaya oleh rakyat, melalui pemerintah untuk mengelola minyak bumi itu sebaik:-baiknya, untuk sebesar besar kemakmuran.” kata Presiden.

Disalurkan

Presiden Soeharto mengatakan, dari depot Padalang bahan bakar minyak dapat disalurkan ke tempat yang luas yang meliputi sebahagian dari daerah Jawa Barat. Dengan pembangunan depot ini, kelancaran dan efisiensi pengangkutan dan penyediaan bahan bakar minyak bagi masyarakat makin dapat ditingkatkan.

Dengan pengiriman minyak melalui saluran yang dipompa, jelas mengurangi angkutan minyak di jalan raya.

Presiden Soeharto mengatakan, dengan selesainya pembangunan depot Padalarang itu, mempunyai arti yang penting bagi kelancaran angkutan jalan raya, sebab saluran berpompa ini menggantikan beratus-ratus truk pengangkut bahan bakar yang selama ini memadati jalan raya, dengan demikian lalu lintas jalan raya dapat lebih digunakan untuk kelancaran pengangkutan lain.

Menurut catatan "Merdeka" dengan adanya depot tersebut setiap harinya kepadatan lalu lintas angkutan minyak dapat dikurangi setiap harinya 460 truk.

Presiden mengatakan, walaupun biaya pembangunannya cukup besar namun adanya depot seperti ini, dapat mempertanggungjawabkan, lebih -lebih untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan pembangunan di masa mendatang.

Peranan

Kepala Negara mengatakan peranan minyak bumi dalam pembangunan tampak cepat bertambah besar. Dari produksi minyak bumi diperoleh devisa yang besar yang sangat diperlukan untuk membeli barang modal dan bahan baku untuk industri yang juga harus dibangkitkan.

Dari minyak bumi penerimaan negara tidak sedikit. Dan bertambahnya penerimaan negara berarti makin besar pula kemampuan RI untuk memperluas dan memperbanyak pembangunan bagi kesejahteraan rakyat, katanya.

Dengan kenaikan harga minyak OPEC, Indonesia tentu saja akan mendapatkan tambahan penerimaan devisa dan penerimaan negara yang tidak kecil.

"Ini tentu menambah kemampuan kita dalam membangun," kata Presiden. Tetapi harus segera diingat, dibanding dengan negara-negara penghasil minyak lainnya, kekayaan minyak Indonesia tidaklah termasuk yang besar lebih lagi karena jumlah penduduk RI tidak kecil.

Fasilitas

Dirut Pertamina, Piet Haryono, dalam laporannya mengatakan, depot Padalarang mempunyai fasilitas penimbunan Super 98 sebanyak 3000 kiloliter, premium 16.500 kiloliter, minyak tanah 28.000 kiloliter, solar (HSD) 12.000 kiloliter dan kero-HSD serta kero-primium sebanyak 1000 kiloliter.

Dia mengatakan, depot Padalarang bahan bakamya disediakan dari Cilacap lewat suatu pipa yang bergaris menengah 25 centimeter dengan panjang 260 kilometer.

Depot Padalarang adalah depot yang ketiga diresmikan tahun ini, sebelumnya adalah di Siak (Riau) pada bulan Maret dan di Moneng, Jawa Timur pada bulan Mei.

Depot yang dibangun oleh kontraktor Araya itu terletak di atas tanah seluas 10 ha, di pinggir jalan raya arah ke Bandung.

Gubernur Jawa Barat, Aang Kunaefi, mengatakan, pembangunan depot Padalarang sangat menarik perhatian rakyat Jabar, mengingat panjangnya pipa yang terbentang dari Cilacap sampai ke Padalarang, ditambah dengan suka duka pembangunannya.

Dengan dimulainya penggunaan saluran pipa Cilacap – Padalarang, kata Gubernur, Jawa Barat memiliki dua pipa Pertamina, yaitu pipa gas yang terbentang dari Cimalaya ke Cirebon, dan Padalarang – Cilacap, merupakan suatu kebanggaan rakyat Jawa Barat. (DTS)

Padalarang, Merdeka

Sumber: MERDEKA (12/07/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 500-502.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.