PRESIDEN: ISLAM LARANG UMATNYA GUNAKAN KEKERASAN

PRESIDEN: ISLAM LARANG UMATNYA GUNAKAN KEKERASAN[1]

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengingatkan, umat Islam di seluruh dunia bahwa agama Islam melarang umatnya melaksanakan dakwah dengan cara yang dapat menyinggung perasaan orang lain apalagi menggunakan paksaan dan kekerasan.

“Kita diperintahkan untuk menggunakan cara yang sebaik-baiknya.” kata Kepala Negara di Istana Negara, Rabu ketika membuka Konferensi Menteri Urusan Agama Negara anggota OKI ke-6.

Kepada para peserta pertemuan hingga 1 November itu, Presiden yang didampingi Menteri Agama Tarmizi Taher mengatakan, Islam mengajarkan semua pemeluknya untuk mengembangkan kehidupan yang dilandasi semangat persaudaraan, kasih sayang dan kesabaran.

“Dalam mendakwahkan agama, maka Al Qur’an telah mengajarkan kepada kita agar menggunakan cara-cara yang bijaksana.” kata Presiden kepada delegasi dari sekitar 40 negara anggota 0KI.

Al-Qur’an juga memerintahkan seluruh umat Islam untuk memberikan contoh dan keteladanan, kata Presiden pada acara yang dihadiri pula Wakil Ketua MPR/DPR Ismail Hassan Metareum, Menteri Negara UPW Mien Sugandhi serta Menpora Hayono Isman.

Dalam kaitan dengan arti penting pertemuan OKI itu, Presiden berkata,

“Menjadi harapan saya bahwa bertemunya para menteri akan mampu ikut mengubah citra agama yang selama ini tercemari oleh perilaku sementara umat beragama sendiri yang lebih mementingkan kekerasan dan bukan kelembutan.”

Presiden juga mengharapkan pertemuan para menteri ini juga akan mengubah citra bahwa ada umat yang lebih menekankan keutamaan pria dan membelakangkan wanita, lebih menekankan masalah ritual dan kurang bicara tentang masalah sosial.

 

Jawaban Tepat

Sementara itu, ketika menyinggung masalah dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Presiden mengemukakan bahwa umat Islam harus mampu memberikan jawaban yang setepat-tepatnya dan memanfaatkan segala peluang yang terbuka.

“Agama Islam mendorong umatnya agar menggunakan akal pikirannya secara sungguh-sungguh. Islam mendorong umatnya untuk hidup dinamis dan tidak menyerah begitu saja kepada keadaan.” kata Presiden.

Akan tetapi, Kepala Negara kemudian mengingatkan,

“Meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting bagi kehidupan, tidak semua masalah terpecahkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.”

Karena itu, harus dijaga agar berkembangnya Iptek itu tetap bertumpu kepada semangat dan nilai-nilai ajaran agama Islam.

“Dengan demikian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi akan dapat diabdikan bagi kesejahteraan umat manusia. Dan bukan sebaliknya, justru menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan kesejahteraan.”  Kata Presiden.

(T/EU01/B/DN04/ 29/10/97  15:24/RPS2)

Sumber: ANTARA (29/10/1997)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 540-541.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.