PRESIDEN INSTRUKSIKAN PERSIAPAN2 SEBELUM KENAIKAN BBM

PRESIDEN INSTRUKSIKAN PERSIAPAN2 SEBELUM KENAIKAN BBM

Presiden Soeharto dalam sidang kabinet terbatas bidang Ekuin Rabu siang menginstruksikan dilakukannya persiapan2 yang diperlukan sebelum kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dilaksanakan.

Persiapan2 itu meliputi suplai yang cukup, distribusi yang terjamin dan usaha memperkecil pengatuh kenaikan harga BBM terhadap harga barang2 lainnya, terutama sembilan bahan pokok.

Kapan dan berapa besar kenaikan harga BBM, yang sudah di-tunggu2 oleh masyarakat itu, sampai sidang Rabu siang itu belum diputuskan.

Menteri Pertambangan dan Energi Prof. Subroto dalam keterangannya kepada para wartawan hanya mengatakan,

"Sampai hari ini Bapak Presiden belum menentukan kapan dan berapa besar kenaikan itu".

Atas pertanyaan, Subroto membenarkan bahwa ia sendiri telah menyarankan kepada Bapak Presiden agar kenaikan itu segera diumumkan.

Menpen Ali Murtopo, yang duduk disamping Subroto, membenarkan bahwa situasi politik dan sosial termasuk hal2 yang diperhitungkan sebelum kenaikan harga itu diumumkan.

“Sudah Selayaknyalah"

Subroto mengatakan kenaikan harga itu disadari sepenuhnya oleh rakyat. Sebab kenaikan harga minyak mentah di pasaran dunia dari US$ 13.90 menjadi US$ 15.65 mengakibatkan ongkos produksi BBM naik, disamping Indonesia sendiri selama ini belum swasembada dalam BBM.

Indonesia, menurut Subroto, masih harus mengimpor 25 persen dari seluruh kebutuhan BBM-nya, yang meliputi 20,4 milyar liter/tahun.

Dijelaskannya, jika harga BBM tidak dinaikkan maka pemerintah harus menyediakan subsidi untuk minyak sebesar Rp 612,5 milyar dalam tahun anggaran sekarang ini. Pemerintah telah memutuskan, sesuai dengan APBN 79/80, hanya menyediakan subsidi sebesar Rp 219,6 milyar saja.

Kekurangannya yang berjumlah Rp 393 milyar itulah yang harus dipikul oleh seluruh masyarakat.

"Biaya sebesar itu, kan sudah untuk membangun banyak sekolah dan proyek lain. Oleh karena itu, kira2 selayaknyalah kalau rakyat ikut membantu beban itu tadi". kata Subroto.

Ketika ditanya ancar2 besarnya kenaikan itu, Subroto mengatakan perhitungan berdasarkan patokan "rata2 tertimbang", sebab 20,4 milyar liter BBM itu terdiri dari lebih dari satu macam bahan bakar, diantaranya 7 milyar liter minyak tanah, 6 milyar liter solar dan 3 milyar liter premium.

Subroto menjelaskan bahwa Indonesia selama ini disamping mengimpor BBM juga masih harus mengolah bahan baku BBM-nya di Singapura.

Para wartawan yang jumlahnya puluhan Rabu siang itu merasa kecele sebab pengumuman kenaikan harga BBM yang sudah lama di-tunggu2 tidak diumumkan hari itu sebagai hasil sidang kabinet. (DTS).

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (04/04/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 485-486.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.