PRESIDEN INGIN TINJAU PROYEK GAMBUT DI KALTENG

PRESIDEN INGIN TINJAU PROYEK GAMBUT DI KALTENG[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto ingin meninjau perkembangan pemanfaatan lahan gambut sejuta hektar di Kalimantan Tengah, dalam rangka usaha mempertahankan program swasembada beras.

“Pada akhir September, Ketua Tim Pengarah Ginandjar Kartasasmita akan meninjau proyek itu dan kemudian melapor kepada Kepala Negara sehingga kunjungan Presiden mungkin baru bisa berlangsung setelah itu.” kata Menteri PU Radinal Moochtar di Istana Merdeka, Kamis.

Setelah melapor kepada Kepala Negara tentang perkembangan proyek lahan gambut seluas satu juta hektare itu, Radinal mengatakan kepada pers bahwa sekitar 600.000 ha sawah baru akan dibuat dari lahan satu juta ha itu.

Ia menyebutkan jika satu keluarga mendapat dua hektare  maka akan terdapat 300.000 KK. Bila satu keluarga mencakup lima orang maka proyek gambut itu akan mendatangkan 1,2- 1,5 juta jiwa untuk mengelolanya.

Ia mengatakan proyek gambut satu juta ha itu tidak hanya menyangkut masalah pencetakan sawah baru dan pembuatan saluran atau kanal tapi juga pengangkutan hasil produksi seperti padi.

Kepala Negara baru-baru ini memerintahkan Ketua BPP Teknologi, BJ Habibie untuk membuat rancang bangun perahu- perahu kecil yang mampu mengangkut barang antara 0,5 hingga satu ton.

Jika tiga keluarga memerlukan sedikitnya satu perahu maka proyek ini nantinya memerlukan tidak kurang dari 100.000 unit perahu.

Ketika ditanya tentang pembuatan jembatan di atas selat Sunda, Menteri PU mengatakan minat pengusaha swasta itu harus didahului dengan studi kelayakan untuk menentukan layak tidaknya proyek itu dari segi ekonomis dan teknis.

Radinal menyebutkan jembatan itu jika nantinya jadi dibuat panjangnya minimal 26 km, jauh lebih panjang dibanding jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang hanya sekitar tiga km.

“Harus jelas dahulu berapa biayanya,berapa lama masa pengembaliannya.” kata

Radinal ketika mengomentari pernyataan Ari Sigit Harjojudanto, cucu Kepala Negara tentang keinginanya membangun jembatan itu.

Sumber : ANTARA (12/09/1996)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 418-419.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.