PRESIDEN INGATKAN: PEJABAT AGAR KENDALIKAN DIRI

PRESIDEN INGATKAN: PEJABAT AGAR KENDALIKAN DIRI

 

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto minta kepada setiap pejabat agar mampu mengendalikan diri jangan sampai berambisi terlalu besar menduduki jabatan tertentu dengan “main sikut sana-sini” atau dengan menghalalkan segala cara.

Kecuali mengingatkan soal ambisi mengejar derajat atau pangkat Kepala Negara juga mengingatkan para pejabat untuk pandai-pandai mengendalikan diri agar tidak terjerumus oleh godaan akan harta dan wanita.

“Jangan punya pikiran mumpung menjadi pejabat lantas mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk tujuh turunan,” ujar Kepala Negara dalam petuah­petuahnya kepada gubernur baru Bengkulu, Razie Jachya di kediaman Jalan Cendana hari Senin pagi.

Menurut Kepala Negara jika orang biasa terpengaruh oleh ketiga godaan tersebut. dampaknya tidak seperti apabila dilakukan seorang pejabat. Karena itu, penting bagi setiap pejabat harus mampu mengendalikan diri.

Didampingi mantan Gubernur Bengkulu Soeprapto, Presiden dalam kesempatan itu minta kepada Razie Jachya untuk terus melanjutkan pembangunan di daerah Bengkulu seperti apa yang telah dicapai gubernur sebelumnya. Namun hal itu tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa tapi hasilnya ngawur dan tidak perlu merombak apa yang telah ada sekarang.

Razie Jachya dilantik sebagai Gubernur Bengkulu 17 Juli lalu menggantikan Soeprapto yang telah menjabat 10 tahun.

 

 

Sumber : KOMPAS(08/08/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 279-280.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.