PRESIDEN INGATKAN: KONTRAKTOR ASING HARUS MEMAKAI SEBANYAK MUNGKIN TEKNISI INDONESIA

PRESIDEN INGATKAN: KONTRAKTOR ASING HARUS MEMAKAI SEBANYAK MUNGKIN TEKNISI INDONESIA

Kalau tak mau, kontraknya dialihkan

Presiden Soeharto mengingatkan kembali bahwa dalam pembangunan proyek2 besar di Indonesia kepada pihak kontraktor asing disyaratkan untuk sebanyak mungkin mengikutsertakan tenaga teknisi Indonesia, mulai titik awal pembangunan sampai kepada pelaksanaan.

Kepala Negara mengingatkan hal tersebut ketika di Cendana, Selasa siang menerima pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Menurut Presiden kalau kontraktor asing tidak mau menggunakan tenaga ahli Indonesia, lebih baik kontrak diberikan kepada yang lain.

Melihat terbukanya kesempatan yang luas bagi teknisi Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek2 besar, Presiden mengharapkan agar PII turut memanfaatkan kesempatan tersebut, bekerja sambil belajar.

Ia juga mengemukakan, pemerintah sebanyak mungkin akan mengikut sertakan tenaga2 Indonesia dalam pembangunan proyek hydrocracker di Dumai, Asahan di Sumatera Utara, olifine dan proyek raksasa lainnya yang sedang dan akan dibangun.

Registrasi

Pengurus PII yang menghadap Presiden terdiri dari lima orang, dipimpin ketua umumnya Ir. G.M. Tampubolon. Mereka melaporkan program registrasi insinyur seluruh Indonesia yang akan selesai tahun depan.

Ir.Tampubolon mengatakan, maksud registrasi itu untuk memobilisasi kemampuan para ahli bagi kepentingan pembangunan di Indonesia, yang mendapat sambutan positif Presiden Soeharto.

Tampubolon mengatakan, "Indonesia punya sumber kekayaan alam yang banyak, tapi dibatasi olehjumlah tenaga ahli."

Dengan registrasi itu diharapkan kemampuan pembangunan dapat digerakkan semaksimal pembangunan, dan ini merupakan modal untuk melaksanakan pembangunan di atas kekuatan sendiri, kata ketua umum PII.

Presiden Soeharto mengatakan kepada delegasi PII itu bahwa pemerintah berkepentingan sekali terhadap hasil registrasi ini.

Ketua Umum Tim Registrasi Ir. Yuwono Kolopaking mengatakan, melalui registrasi akan diperoleh data2 jumlah insinyur Indonesia sekarang ini, di mana mereka berada, spesialisasinya, lulusan perguruan tinggi mana, lain-lain.

Ia memperkirakan jumlah insinyur di seluruh Indonesia dewasa ini sekitar 26.000 orang. Dari jumlah itu hanya sekitar 50 persen menjadi anggota PII.

Kebanyakan dari mereka lulusan teknik sipil. "Memang tidak ada keharusan tiap insinyur harus menjadi PII," kata pimpinan PII itu.

Alih teknologi

Mengenai alih teknologi, baik Tampubolon maupun Yuwono berpendapat, alih teknologi ke tangan bangsa Indonesia berdasarkan pengalaman selama tidak bisa berjalan dengan sempurna.

"Itu suatu hal yang mesti kita curi dan rebut melalui kontrak-kontrak kerja dengan pihak asing," kata Yuwono. (DTS).

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (23/07/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 788-789.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.