PRESIDEN INGATKAN JANGAN PUTUS ASA HADAPI TANTANGAN

PRESIDEN INGATKAN JANGAN PUTUS ASA HADAPI TANTANGAN[1]

 

Jakarta, Media

PRESIDEN SOEHARTO mengingatkan, tantangan-tantangan berat yang dihadapi sekarang ini hendaknya tidak membuat putus asa, karena di tengah­tengah kesulitan pasti akan ada jalan keluar yang memberi kemudahan.

“Dewasa ini masyarakat, bangsa, dan negara kita sedang berada dalam suasana keprihatinan yang sangat dalam. Gejolak di bidang ekonomi dan moneter yang sedang menerjang kita menghadapkan kita pada pilihan-pilihan sulit.” kata Presiden Soeharto pada Peringatan Nuzulul Quran, di Masjid Istiqlal Jakarta, tadi malam.

“Tantangan-tantangan berat yang sedang kita hadapi ini jangan membuat kita berputus asa. Alquran mengingatkan kita, bahwa di tengah-tengah kesulitan pasti akan ada jalan keluar yang memberi kemudahan.” kata Presiden.

Dalam acara yang juga dihadiri Wapres dan Ibu Try Sutrisno, sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, serta ribuan umat Islam Ibu Kota itu, Kepala Negara juga menekankan, semua pihak hendaknya tetap memelihara kejernihan berpikir dalam menghadapi setiap kesulitan.

“Alquran, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” kata Presiden.

Karena itu, pesan Pak Harto, janganlah kita terlalu gembira, apalagi lupa diri, jika merasakan suatu kesenangan. Sebaliknya janganlah kita mengutuki segalanya saat kita dihadapkan pada hal-hal yang tidak menyenangkan.

“Setiap kejadian tentu ada hikmahnya. Tetapi hikmah dari suatu kejadian sering tidak dapat kita pahami pada saat peristiwa itu terjadi. Bertahun-tahun kemudian barulah kita mampu menyadari hikmah dan kebaikan dari peristiwa tadi.” tutur Pak Harto.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengajak semua kalangan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan ini dengan sabar, tawakal, dan kerja keras. Setiap orang hendaknya mengendalikan diri agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang dapat merugikan kepentingan bersama.

“Kita harus hidup lebih hemat dan tidak mengeluarkan uang yang kita miliki untuk hal-hal yang belum perlu kita miliki. Menunda keinginan untuk mencapai hasil yang lebih baik adalah sikap yang bijaksana.” kata Presiden.

Di hadapan ribuan umat Islam tersebut, Presiden juga menceritakan perjuangan berat Nabi Muhammad SAW dalam membangun kehidupan umat manusia yang disinari oleh cahaya keimanan. Dan sebagai bangsa yang sedang berjuang membangun dirinya, bangsa Indonesia perlu memetik pelajaran dari kehidupan dan perjuangan Nabi itu.

“Bagi kita kaum Muslimin, peri kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama.” kata Kepala Negara.

Sumber : MEDIA INDONESIA (16/01/1998)

____________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 783-784.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.