PRESIDEN : INDUSTRI PANGAN HARUS DIPERKUAT

PRESIDEN : INDUSTRI PANGAN HARUS DIPERKUAT[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan produksi pangan serta industri pengolahan pangan nasional harus diperkuat karena harga berbagai komoditi ini di luar negeri terus melonjak akibat meningkatnya konsumsi di berbagai negara.

Setelah melapor kepada Kepala Negara di Bina Graha, Rabu, tentang pertemuan para produsen pangan di Cartagena, Kolombia baru-baru ini, Menteri Negara Urusan Pangan Ibrahim Hassan mengatakan kepada pers bahwa banyak negara yang kini menjadi pengimpor berbagai produk pangan.

Ibrahim Hassan memberi contoh karena penduduk RR China mencapai 1,2 miliar jiwa, maka pemerintahnya kini mulai mengimpor berbagai produk pangan seperti beras, jagung, hingga ikan.

Akibat bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya konsumsi di China dan berbagai negara lain, maka harga berbagai kebutuhan itu menjadi naik. China saja sekarang membutuhkan 400 juta ayam tiap minggu, sehingga dibutuhkan jagung yang tidak sedikit.

“Kenaikan harga ini terutama dinikmati oleh negara-negara yang produksi pangannya cukup besar serta yang menguasai teknologi pemrosesan produk pertanian seperti Amerika dan Australia.” kata mantan Kepala Bulog itu.

Akibat penguasaan teknologi pemrosesan itu, maka negara-negara Asia menjadi sasaran utama para produsen pangan tersebut. Negara bagian Victoria, Australia misalnya menikmati devisa yang lebih besar dari ekspor pertaniannya dibanding industri jadinya.

Menurut Ibrahim Hassan, Indonesia misalnya, mengimpor kebutuhan pabrik es krim yang besar serta buah-buahan yang tidak sedikit nilainya dari Australia.

Ketika ditanya tentang perbandingan ekspor dan impor produk pertanian Indonesia, ia mengatakan ekspor Indonesia masih lebih besar nilainya dibanding impornya.

Namun jika harga produk pertanian itu terus meningkat maka bisa saja “neraca perdagangan” produk pertanian ini akhirnya menunjukkan defisit.

Sumber : ANTARA (24/07/1996)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 367-368.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.