PRESIDEN: INDONESIA DORONG AGAR KONFLIK KAMBOJA BISA DISELESAIKAN

PRESIDEN: INDONESIA DORONG AGAR KONFLIK KAMBOJA BISA DISELESAIKAN

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menegaskan, Indonesia bersama negara ASEAN lainnya terus mendorong agar konflik Kamboja bisa diselesaikan. Kepala Negara ketika menerima Pangab Thailand Jenderal Sundhara Kongsompong di Istana Merdeka, Selasa menambahkan, Indonesia juga tidak akan ikut campur tangan langsung memecahkan masalah itu serta hanya memberikan berbagai fasilitas seperti untuk pertemuan.

Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno yang mendampingi Presiden kepada pers mengatakan, Indonesia yakin masalah itu akan tuntas jika semua pihak mendorong untuk menyelesaikan masalah itu.

Menurut Try Sutrisno, penyelesaian Kamboja pada dasarnya hanya bisa diselesaikan oleh bangsa Kamboja sendiri. Indonesia dan negara ASEAN lainnya hanya terus menggulirkan pemecahannya, katanya.

Pangab Thailand yang bertemu dengan Presiden untuk berpamitan sehubungan berakhir masa tugasnya menjelaskan, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ikut campur langsung dalam memecahkan masalah Kamboja itu.

Indonesia, katanya mengutip Kepala Negara, hanya memberikan fasilitas seperti bagi pertemuan empat faksi yang belum lama ini diselenggarakan di Jakarta.

Kebijakan seperti itu, kata Sundhara Kongsompong, sama dengan kebijakan yang ditempuh Thailand. Thailand juga hanya memberikan fasilitas seperti untuk perundingan yang diadakan di Pattaya baru-baru ini. Thailand tidak akan ikut campur langsung memecahkan masalah itu, tegasnya.

Pangab Thailand menjelaskan pula bahwa dalam pertemuan dengan Kepala Negara dibicarakan masalah peningkatan pengembangan ekonomi khususnya kawasan perdagangan bebas. Jenderal Try dan Jenderal Sundhara mengatakan bahwa pertemuan itu tidak membahas masalah pangkalan militer AS.

 

Terbatas Komersial

Jenderal Try mengemukakan, dalam pertemuan itu Kepala Negara menjelaskan masalah industri strategis seperti IPTN yang terbatas membuat pesawat komersial.

Negara-negara ASEAN tampaknya tidak bisa membuat pesawat tempur sendiri dan tetap harus membeli dari luar, kata Pangab. Dalam kaitan ini, Presiden menyatakan bahwa Indonesia bisa ikut dalam memproduksi komponen barang yang dibelinya.

Jenderal Try juga menjelaskan bahwa walaupun Indonesia tidak mempunyai fakta militer dengan Thailand namun hubungan bilateral tetap dijalin sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

“Indonesia-Thailand sudah laksanakan latihan AL dan AU. Namun AD belum. Selain itu, pilot Indonesia juga sudah latihan dan bahkan tinggal di barak AU Thailand. Begitu pula pilot Thailand tinggal di barak kita,” katanya.

Semua itu membuktikan kokohnya hubungan kedua negara selama ini. demikian Jenderal Try Sutrisno.

 

 

Sumber : ANTARA (17/09/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 150-151.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.