PRESIDEN IMBAU PERUSAHAAN SUKSESKAN GERAKAN PENYISIHAN PENGHASILAN

PRESIDEN IMBAU PERUSAHAAN SUKSESKAN GERAKAN PENYISIHAN PENGHASILAN[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengimbau perusahaan-perusahaan di Indonesia terutama perusahaan yang keuntungannya di atas Rp.100 juta, untuk ikut dalam gerakan menyisihkan dua persen keuntungannya untuk membantu kelompok masyarakat pra-sejahtera dan sejahtera I.

“Diimbau seluruh perusahaan, baik perusahaan yang sudah go-public maupun perusahaan asing, ikut gerakan ini untuk menolong kelompok keluarga pra-sejahtera dan sejahtera I.” kata Presiden Soeharto seperti dikutip Meneg Kependudukan/Kepala BKKBN Haryono Suyono, di Jakarta, Rabu.

Ditambahkannya, perusahaan yang keuntungannya di bawah Rp.100 juta tidak tertutup kemungkinan untuk ikut menyumbang, begitupun masyarakat lainnya termasuk wartawan.

Keppres No.90 tahun 1995 antara lain berisi ketentuan tentang penyisihan keuntungan sebanyak dua persen dari perusahaan yang keuntungannya di atas Rp.100 juta.

Dana yang terkumpul dari perusahaan itu, menurut Haryono, di antaranya diberikan kepada kelompok masyarakat pra-sejahtera dan sejahtera I berupa pinjaman Kredit Usaha Keluarga dengan bunga 6-10 persen.

Selain melaporkan penyisihan dana untuk Kredit Usaha Keluarga, Menneg juga melaporkan kepada Presiden rencana kunjungannya ke Maroko, Tunisia, dan Yordania, serta mengenai sejumlah kerja sama pelatihan kursus keluarga berencana.

Pada kesempatan yang sama, seusai menerima Menneg. Haryono Suyono, Kepala Negara juga menerima mantan Menlu AS Henry Kissinger, di kediaman Jalan Cendana.

Sumber : ANTARA (10/01/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 263-264.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.