PRESIDEN: IKUTI TERUS DENGAN SEKSAMA PERKEMBANGAN INDOCHINA

PRESIDEN: IKUTI TERUS DENGAN SEKSAMA PERKEMBANGAN INDOCHINA

Presiden Soeharto menginstruksikan para Menteri Bidang Politik dan Keamanan mengikuti tenis dengan seksama perkembangan keadaan di Indocina dalam rangka mengambil langkah untuk menjaga stabilitas di kawasan ASEAN.

Kepala Negara menyampaikan instruksinya itu dalam sidang kabinet terbatas bidang politik dan keamanan yang dipimpinnya di Bina Graha Rabu siang.

”Stabilitas ASEAN hams diutamakan di alas segala-galanya”, demikian Menteri Penerangan Ali Murtopo menjelaskan kepada para wartawan selesai sidang, menirukan ucapan Presiden.

Menurut Ali Murtopo, Presiden Soeharto menjelaskan secara tuntas pengamatannya terhadap situasi di Indocina dari segi strategi militer.

"Rupanya Bapak Presiden belum lupa strategi militer", kata Ali Murtopo.

Pengungsi Vietnam

Arus pengungsi Vietnam yang kebanyakan keturunan Cina, menurut Menpen, menjadi titik perhatian Indonesia. Indonesia menganalisa, mungkin ams pengungsian itu memang sengaja dibikin oleh Vietnam dalam rangka strateginya melawan RRC atau memang karena ketidak mampuan pemerintah Vietnam menjaga pantainya untuk mencegah arus pengungsian itu seperti yang pernah disampaikan Dubes Vietnam di Jakarta kepada Presiden baru2 ini.

Ketika ditanya mengenai maksud penyediaan sebuah pulau Indonesia untuk menampung sementara para pengungsi itu, Ali Murtopo menjawab: "hal itu masih perlu dibicarakan dengan beberapa negara tetangga".

Seandainya maksud itu dilaksanakan. Ali Murtopo memberi ancar2 pulau itu terletak disekitar Pulau Natuna di laut Cina Selatan.

"Sangat temporer", demikian katanya ketika ditanya sifat penampungan para pengungsi itu.

Ketika ditanya pandangan Indonesia mengenai kemelut Indocina, Ali Murtopo menerangkan bahwa berdasarkan faktor2 yang ada fudonesia menyimpulkan kemelut itu belum bisa diatasi dalam waktu dekat.

Tentang pengakuan terhadap sesuatu pemerintahan di Kamboja, ia mengatakan bahwa sampai sekarang fudonesia masih belum menentukan sikap karena masih harus mengamati perkembangan keadaan di wilayah itu.

Belum Perlu KTT ASEAN

Ketika ditanya mengenai pelaksanaan KTT ASEAN dalam waktu dekat, Ali Murtopo mengatakan bahwa menurut penilaian Indonesia belum perlu KTT ASEAN diadakan dalam waktu dekat ini.

Ia menyampaikan penilaian itu dengan menunjuk keterangan Presiden di depan peserta Organisasi Kantor2 Berita Asia (OANA) di lstana Merdeka Sabtu yang lalu.

Presiden dalam kesempatan itu menjelaskan, KTT ASEAN bisa diadakan sewaktu2 jika memang diperlukan.

"Dalam waktu dekat ini dinilai belum perlu", kata Ali Murtopo.

RI-PNG

Sidangjuga mendengarkan laporan kunjungan Menlu Mochtar Kusumaatmadja ke Papua Nugini (PNG) beberapa waktu yang lalu.

Menurut Mochtar, Menlu PNG Olewale telah menyatakan kepadanya bahwa pemerintahnya menerima persetujuan perbatasan antara RI dan PNG seperti yang telah disepakati oleh RI dan Australia sebelumnya.

Tentang batas landas laut di antara RI-Australia disebelah selatan Timor Timur, Ali Murtopo mengatakan masalah itu akan dibicarakan dalam waktu mendatang dalam situasi hubungan RI – Australia yang terus membaik.

Situasi yang terus membaik ini, menurut Ali Murtopo, ditandai dengan pengakuan Australia secara de-fakto dan dejure Timor Timur sebagai wilayah RI.

Ia mengatakan, hubungan RI – Australia secara resmi selalu baik, tetapi pernah dibuat jelek oleh sekelompok kecil orang2 yang berpandangan Marxisme/kiri baru orang2 yang tidak mengetahui secara sebenarnya masalah Timor Timur.

Ketika diminta hasil penilaian sidang mengenai keamanan nasional setelah "Kenop" 15 dan kemelut di Indocina, ia mengatakan, keamanan nasional tidak terpengaruh oleh kedua peristiwa itu.

Menhankam/Pangab Jenderal M. Jusuf dalam sidang itu melaporkan hal2 intern Hankam yang bersifat kebijaksanaan administratif. Ali Murtopo tidak bersedia menjelaskan isi kebijaksanaan itu.

Sidang itu dihadiri oleh Wakil PresidenAdam Malik, Menko Polkam Jenderal M. Panggabean, Menko Ekuin Wijoyo Nitisastro, Menko Kesra Surono dan seluruh Menteri Bidang Politik Keamanan. (DTS).

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (24/01/1979)

Dikutipsesuaitulisandanejaanaslinyadaribuku "Presiden RI Ke II JenderalBesar HM SoehartodalamBerita", BukuV (1979-1980), Jakarta: AntaraPustakaUtama, 2008, hal. 12-14.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.