PRESIDEN : IBU-IBU AGAR BERHEMAT

PRESIDEN : IBU-IBU AGAR BERHEMAT[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto minta para Ibu agar pandai-pandai berhemat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Meski demikian, kesehatan dan kesejahteraan keluarga harus tetap mendapat perhatian. Makanan bagi keluarganya hendaknya menggunakan menu makanan yang sederhana namun memenuhi standar gizi.

Menurut Kepala Negara, dengan terjadinya krisis ekonomi dan moneter, kaum Ibu tentu merasakan beban hidup yang makin berat. Dengan berbagai keterampilan, para Ibu dapat memanfaatkannya untuk membantu meringankan beban suami dalam mencari nafkah. Caranya dengan mengembangkan industri rumah tangga, yang pemasarannya dapat disalurkan melalui koperasi, kata Presiden pada pembukaan Rakernas V Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Istana Negara, Kamis (16/4).

Presiden tidak bisa membayangkan perubahan-perubahan yang akan terjadi dalam abad 21. Namun pengalaman menunjukkan bahwa dewasa ini dunia mengalami perubahan sangat cepat. Demikian cepatnya sehingga sering kali berada di luar jangkauan pemikiran kita.

Perubahan cepat itu tidak saja berlangsung di bidang iptek tetapi juga kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dengan segala dampaknya.

Perkembangan baru itu harus diatasi dengan mengambil keputusan yang tidak mudah khususnya di bidang ekonomi. Situasi demikian membawa tantangan dan masalah baru.

Pembukaan Rakernas PKK dihadiri R. Hartono, Mensos Siti Hardiyanti Rukmana, Mentan Justika Sjarifudin Baharsyah dan Menperta Tutty Alawiah.

Presiden menyatakan berbesar hati bahwa gerakan PKK selama ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan kaum Ibu, terutama dalam membina kehidupan keluarga sejahtera. Melalui gerakan PKK, kaum Ibu juga dapat belajar berbagai keterampilan mengembangkan potensi ekonomi keluarga. Pengetahuan dan keterampilan itu terasa makin bermanfaat saat bangsa ini sedang menghadapi krisis ekonomi dan moneter. Diingatkan, GBHN 1998 memberikan arahan bahwa upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga perlu makin ditingkatkan, di antara lain melalui PKK. (N-1)

Sumber : SUARA KARYA (17/04/1998)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 904-905.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.