PRESIDEN HARGAI POKOK2 PIKIRAN PEMUKA2 AGAMA

PRESIDEN HARGAI POKOK2 PIKIRAN PEMUKA2 AGAMA

Presiden Soeharto menyambut baik terbentuknya wadah Musyawarah Antar Umat Beragama dan menghargai pokok pikiran yang disampaikan pimpinan wadah kepada Kepala Negara di Bina Graha, Senin siang.

Menteri Agama Alamsyah Ratu Perwiranegara yang menyertai pimpinan Wadah Musyawarah Antar Umat Beragama diterima Presiden Soeharto, mengatakan, dalam pertemuan lebih kurang satu jam dengan pemuka agama.

Kepala Negara menekankan kembali pentingnya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Alamsyah, Presiden mengatakan persatuan dan kesatuan atau taman proklamasi, tetapi juga dalam masa pembangunan dan seterusnya.

Dalam melaksanakan, pembangunan, tidak bisa sekaligus berhasil, melainkan secara berencana dan bertahap sama halnya jika seseorang ingin menjadi sarjana tidak bisa ia langsung jadi sarjana, melainkan harus melalui jenjang2 pendidikan, kata Alamsyah yang mengutip ucapan Presiden.

Atas pertanyaan/wartawan pokok pikiran apa yang disampaikan wadah musyawarah antar umat beragama itu kepada Kepala Negara, Menteri Agama mengatakan, hal itu kurang wajar kalau diumumkan semua. Namun ia mengatakan apa yang disampaikan termasuk berbagai masalah dalam pembangunan baik jasmani maupun rohani dan juga perkembangan akhir2 ini di tanah air.

Dalam hubungan ini, Wadah Musyawarah Antar Umat Beragama menyerukan semua pihak untuk mawas diri, demikian menteri agama.

Pemuka agama yang diterima Presiden masing2 dari majelis Ulama Indonesia tiga orang diketuai Buya Harnka, DGI tiga orang diketuai Prot Dr. Latuihamalo, MAWI tiga orang dipimpin oleh Sekjen, Mgr. Leo Soekoto, Parisadha Hindu Dharma Pusat diketui oleh Drs. lB. Oka Punyaatmaja, dan dari Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi) dipimpin oleh Soeparto. (DTS)

Jakarta, Sinar Harpan

Sumber: SINAR HARAPAN (23/12/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 905-906.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.