PRESIDEN HARAPKAN PEMIMPIN UMMAT TENTERAMKAN RAKYAT

PRESIDEN HARAPKAN PEMIMPIN UMMAT TENTERAMKAN RAKYAT[1]

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengajak para tokoh masyarakat termasuk pemimpin agama untuk ikut menentramkan masyarakat setelah terjadinya berbagai kerusuhan dalam masa kampanye.

“Presiden mengatakan para pemimpin umat perlu ikut menenteramkan Masyarakat.” kata Ketua Umum MUI Pusat Haji Hasan Basri kepada pers setelah menemui Kepala Negara di Bina Graha, Rabu.

Hasan Basri datang ke Bina Graha bersama beberapa pengurus MUI lainnya seperti Prof. Quraish Shihab untuk menyampaikan pemikiran MUI tentang upaya mempercepat pengentasan kemiskinan.

Pada acara itu, Kepala Negara didampingi Menteri Negara PPN/Ketua Bappenas, Ginandjar Kartasasrnita, Mensesneg Moerdiono serta Menkop dan PPK Subiakto Tjakrawerdaja.

Masalah partisipasi para tokoh masyarakat itu dikemukakan Kepala Negara karena MUI menyampaikan keprihatinannya tentang berbagai kerusuhan, terutama selama masa kampanye 27 April – 23 Mei.

“Ada perasaan prihatin mendalam di hati para ulama sehubungan dengan berbagai kerusuhan di beberapa tempat di tanah air beberapa bulan lalu hingga paling akhir ini,” kata Hasan Basri ketika menyampaikan keprihatinan itu.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum MUI Pusat kemudian berkata,

“Yang menjadi kekhawatiran para ulama adalah bahwa saat ini masih ada pihak-pihak tertentu menafikan hasil-hasil pembangunan dan membesar-besarkan kesenjangan kaya-miskin, makin meningkatnya konglomerasi dan belum meratanya hasil-hasil pembangunan.”

Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab itu berusaha mengobarkan kecemburuan sosial yang bisa dimanfaatkan mereka untuk menghasut masyarakat melakukan perbuatan yang dapat merusak hasil-hasil pembangunan, mendiskreditkan pemerintah dan akhirnya memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kepada para wartawan, Hasan Basri kemudian menyampaikan pengalamannya di Banjarmasin pekan lalu, ketika terkurung di hotel yang telah terbakar selama beberapa jam. Akhirnya bersama 59 orang lainnya, Hasan Basri berhasil menyelamatkan diri.

Kerusuhan pada hari terakhir masa kampanye itu telah mengakibatkan sedikitnya 124 orang meninggal dan puluhan orang lainnya terluka.

(T/eu01/JPR-002/28/05/97  14:52/RU1)

Sumber: ANTARA (28/05/1997)

___________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 529-530.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.