PRESIDEN HARAPKAN JEMBATAN SURAMADU SEGERA TEREALISASI

PRESIDEN HARAPKAN JEMBATAN SURAMADU SEGERA TEREALISASI[1]

 

Surabaya, Antara

Presiden Soeharto mengharapkan mega proyek Tri Bima Nusa Sakti yaitu tiga jembatan menghubungkan Sumatera-Jawa-Madura-Bali segera terealisasi khususnya Surabaya-Madura (Suramadu), kata Gubernur Jatim, Basofi Soedirman, di Surabaya, Kamis.

“Ya kami kemarin (11/12) dipanggil Presiden berkenaan dengan proyek Tri Bima Nusa Sakti, khususnya Suramadu yang masih menemui hambatan. Hambatan ini dibahas dengan berbagai alternatif agar pembangunan jembatan itu terealisasi.” kata Basofi kepada wartawan di gedung Negara Grahadi Surabaya.

Mega Proyek Tri Bima Nusa Sakti yaitu pembangunan tiga jembatan menghubungkan Sumatera-Jawa, Jawa-Madura dan Jawa-Bali melibatkan Menristek/Ketua BPPT dan jajaran nya, Menkeu serta Pemda Lampung, Jabar, Jatim serta Bali.

Basofi mengemukakan, pembangunan Suramadu secara teknis tidak ada hambatan, masalahnya adalah perjanjian dengan Jepang yang membiayai proyek ini. Pihak Jepang dalam hal ini OECF dan IICA mengehendaki bila setelah masa kontrak BOT 20 tahun modal belum kembali, utang itu menjadi tanggungan pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia keberatan dengan syarat ini, dan dalam pertemuan disepakati dua alternatif yaitu BOT diperpanjang menjadi 30 tahun atau pengembaliannya menjadi tanggungjawab Jasa Marga yang mengelola tol di Tanah Air.

“Kita lebih senang syaratnya pengembalian dengan cara diperpanjang kerjasamanya, BOT menjadi 30 tahun. Semua ini akan dibicarakan lagi antara Indonesia dengan Jepang mengenai jembatan senilai 600 miliar rupiah ini di Jakarta tanggal 5 Januari mendatang.” ujar Basofi.

Saat ditanya dalam pertemuan itu juga alternatif reklamasi selat Madura, menurut Basofi hal itu tidak dibicarakan, tetapi mengenai industrialisasi dan pembangunan pelabuhan baru di Madura yang juga dibicarakan karena satu paket dengan jembatan Suramadu.

Tentang jembatan Jawa-Bali (Banyuwangi-Gilimanuk), sudah disetujui studi kelayakan konsorsiwn swasta Indonesia dan Inggris yang kini sedang dilakukan.

“Banyak alternative konstruksi jembatan jawa-Bali itu, kemungkinan terbesar melihat kondisinya ya jembatan gantung, karena selat Bali cukup dalam palungnya.” demikian  Basofi.

Sumber : ANTARA (16/12/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 537

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.