PRESIDEN HARAPKAN BANK BANTU PENGRAJIN TANPA TERLALU LIHAT AGUNAN

PRESIDEN HARAPKAN BANK BANTU PENGRAJIN TANPA TERLALU LIHAT AGUNAN

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengharapkan pihak bank dapat membantu permodalan pengrajin dengan mempertimbangkan kelayakan usaha pengrajin bersangkutan dan jangan terlalu melihat agunan yang mereka miliki.

Harapan tersebut diutarakan Kepala Negara ketika menerima pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) masa bakti 1988/1993 yang dipimpin Ny. E.N. Sudharmono di Bina Graha Jakarta, Rabu.

Kepada kelompok-kelompok usaha pengrajin di seluruh Indonesia, Presiden mengimbau agar mereka meningkatkan diri dalam wadah koperasi.

Sedang dalam usaha memperluas pemasaran, meningkatkan mutu dan disain produk, para pengrajin dianjurkan mencari “bapak angkat”, yaitu perusahaan besar yang ada di daerahnya.

Presiden juga menganjurkan Dekranas menjalin kerjasama dengan Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), perhimpunan para pengusaha di bidang mebel dan kerajinan rotan, dalam membuka lebih luas pasaran ekspor barang-barang kerajinan Indonesia.

Pengurus baru Dekranas yang diterima Presiden adalah Ny. Sudharmono (ketua umum), Ny. Nani Sudarsono (ketua harian), Ir.Trisura Suhardi (ketua), Puger (ketua), Kumhal Jamil (ketua), Abdul Latief (wakil ketua), Mariana Sutandi (wakil ketua) dan Bintol Jemur (sekretaris).

Berbeda dengan pengurus sebelumnya, dalam pengurus Dekranas kali ini diikutsertak:an unsur swasta yaitu A. Latief dari PT Sarinah Jaya dan Mariana Sutandi dari PT Batik Keris, dua perusahaan swasta yang sudah lama menampung dan memasarkan produk-produk pengrajin.

Beberapa tokoh koperasi juga turut dalam kepengurusan sekarang. Trisura Suhardi, yang sehari-hari dikenal sebagai dirjen industri kecil dan kerajinan, menjelaskan kepada wartawan bahwa nilai ekspor barang kerajinan Indonesia tahun 1988 meningkat menjadi sekitar 500 juta dolar AS dibanding nilai ekspor pada tahun 1983 yang baru 100 juta dolar.

“Cabang industri kerajinan ini melibatkan lebih dari 500 ribu pengrajin dan kegiatan sektor ini hampir seluruhnya dilakukan swasta serta koperasi,” kata Trisura.

Program kerja pengurus Dekranas sekarang menekankan pada pengembangan pasar, di dalam maupun luar negeri. Untuk itu akan diupayakan pula pengembangan disain produk dan perlindungan hukurnnya.

Akhir Juli mendatang Dekranas akan menyelenggarakan Pekan Kerajinan Indonesia II di TMII Jakarta, yang akan menampilkan berbagai produk kerajinan bermutu tinggi.

Dalam pekan itu juga akan dilakukan uji coba pemasaran, kontak dagang dengan pemesan serta pelacakan bagaimana selera konsumen atas barang-barang kerajinan.

Dalam pertemuan setengah jam di Bina Graha itu Presiden menyatakan bersedia membuka pekan kerajinan tersebut.

 

 

Sumber : ANTARA (24/05/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal.416.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.