PRESIDEN HARAPKAN AUSTRALIA BELI PRODUK IPTN

PRESIDEN HARAPKAN AUSTRALIA BELI PRODUK IPTN[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Selasa (17/9) di lstana Merdeka menyampaikan harapan kepada PM Australia John Howard agar negara kangguru itu mempertimbangkan kemungkinan membeli produk-produk IPTN.

“Presiden menyinggung kemungkinan Australia membeli pesawat-pesawat buatan IPTN yang unggul di kelasnya.” kata Mensesneg Moerdiono kepada pers setelah berlangsungnya pembicaraan empat mata antara kedua kepala pemerintahan itu.

Ketika mengomentari harapan Indonesia itu, John Howard yang tiba di Jakarta Senin siang mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan hal itu. Di negaranya ada semacam prosedur tender, sehingga penawaran yang terbaik memungkinkan berlangsungnya prosesjual beli.

Moerdiono mengatakan masalah penjualan pesawat-pesawat buatan IPTN itu dikemukakan Kepala Negara, karena kedua pemimpin sepakat bahwa di antara kedua negara, terdapat berbagai potensi untuk pengembangan hubungan ekonomi.

Jika Indonesia minta Australia menjajaki kemungkinan pembelian sarana angkutan udara itu, maka di lain pihak Indonesia melihat kemungkinan untuk membeli gandum serta ternak Australia baik untuk bibit maupun pedaging.

Presiden Soeharto dan Howard, kata Moerdiono, sepakat bahwa untuk memanfaatkan berbagai potensi dagang itu, maka dunia usaha kedua negara harus meningkatkan kunjungan diantara mereka.

Ketika membahas kunjungan tiga hari ini, kedua kepala pemerintahan sepakat bahwa pertemuan semacam inisangat bermanfaat, karena disamping dapat berkenalan secara pribadi juga bisa mendapatkan kesamaan pandangan tentang dasar-dasar hubungan bilateral.

“Kendati menyadari ada perbedaan di antara kedua pihak seperti sejarah, sistem politik dan ekonomi, kedua pemimpin sependapat untuk mengatasi perbedaan­ perbedaan itu dengan sikap yang bijaksana.” kata Moerdiono.

Ketika ditanya apakah Howard menanyakan masalah Timtim, Moerdiono mengatakan persoalan itu sama sekali tak dibicarakan.

Setelah mengadakan pembicaraan empat mata, Howard langsung berpamitan kepada Presiden karena pada hari Rabu pagi akan melanjutkan peljalanan ke Tokyo.

Sumber : ANTARA (17/09/1996)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 427-428.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.