PRESIDEN HARAPKAN AGAR PERBEDAAN PENDAPAT VIETNAM-KAMBOJA-RRC DISELESAIKAN SECARA DAMAI

PRESIDEN HARAPKAN AGAR PERBEDAAN PENDAPAT VIETNAM-KAMBOJA-RRC DISELESAIKAN SECARA DAMAI

Presiden Soeharto mengharapkan, agar perbedaan pendapat antara Vietnam dan Kamboja di satu pihak serta RRC di lain pihak dapat diselesaikan melalui perundingan2 secara damai. Presiden menyatakan harapannya ini ketika menerima kunjungan kehormatan Dubes Vietnam di Indonesia Tranh My, Sabtu kemarin, di Bina Graha.

Dubes Vietnam Tranh My selesai pertemuan dengan Presiden Soeharto menjelaskan kepada wartawan bahwa kunjungan kepada Presiden Soeharto adalah untuk menyampaikan pesan lisan dari Perdana Menteri Pham Van Dong guna menjelaskan perkembangan situasi negaranya, terutarna mengenai hubungan Vietnam ­ Kamboja dan Vietnam – RRC.

Dikatakan pesan tersebut dimaksud untuk lebih memperkuat hubungan kerja kedua negara, serta usaha2 untuk memperkokoh stabilitas di Asia Tenggara dengan cara memperkuat hubungan dengan negara2 dikawasan ini.

Berbicara mengenai wilayah bebas damai dan netral di Asia Tengara, Tranh mengatakan bahwa negaranya sudah siap untuk memberikan dukungan kepada negara2 ASEAN, serta setiap usaha Indonesia yang menginginkan pembentukan Asia Tenggara sebagai wilayah bebas, netral dan damai.

Dikatakan, selanjutnya kesediaan Vietnam untuk mendukung daerah bebas netral dan damai ini boleh ditafsirkan sebagai pengakuan Vietnam terhadap ASEAN. Tranh mengatakan bahwa pembicaraan tentang batas lanclas kontinen antara Indonesia dengan Vietnam yang sudah dilakukan di Vietnam masih akan dilanjutkan di Hanoi atau di Jakarta. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (10/07/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 676-677.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.