PRESIDEN: HAPUSKAN PERBEDAAN MENYOLOK NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG

PRESIDEN: HAPUSKAN PERBEDAAN MENYOLOK NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan Indonesia dan Republik Demokrasi Rakyat Ethiopia perlu bekerja sama untuk menghapuskan perbedaan menyolok yang terjadi di antara negara maju dan negara berkembang.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidato balasan pada upacara penyerahan surat kepercayaan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Ethopia, Worku Moges di Istana Merdeka, Selasa.

”Tugas yang berat ini akan menjadi ringan apabila kita tangani bersama,” kata Presiden kepada dubes baru tersebut.

Kepala Negara lebih lanjut mengatakan kedua negara mempunyai landasan yang sama untuk mealin kerjasama erat, antara lain sebagai sesama anggota Non Blok dan PBB.

Dikatakan, hasrat yang kuat pada bangsa Indonesia dan Ethopia untuk mengembangkan kerjasama yang lebih erat tidak saja bermanfaat bagi kedua negara tapi juga bagi upaya mewujudkan dunia yang lebih damai, adil, dan sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan kembali sikap Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Namibia dan negara-negara Afrika lainnya dalam mencapai kemerdekaannya. Indonesia juga mendukung upaya penyelesaian damai terhadap berbagai konflik di Afrika.

Di tempat yang sama, Presiden juga menerima surat kepercayaan Dubes Finlandia untuk Indonesia, Timo H. Koponen. Dalam pidatonya, Presiden Soeharto mengatakan sekalipun letak kedua negara betjauhan, hubungan Indonesia-Finlandia bertambah erat.

Presiden menyebutkan makin eratnya hubungan kedua negara itu antara lain terjadi sesudah Indonesia dan Finlandia menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi, industri, dan teknologi tahun 1988.

“Bantuan Finlandia kepada Indonesia di bidang kehutanan dan energi, misalnya, saya nilai tepat, mengingat Indonesia memerlukan kerjasama dalam bentuk program­program latihan dan alih teknologi guna mendukung pembangunan ekonomi,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan kedua negara perlu terus mengembangkan sikap positif untuk mendekatkan hubungan antar bangsa tanpa mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.

 

 

Sumber : ANTARA(18/07/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal.448-449.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.