PRESIDEN : EKONOMI INDONESIA AKAN BISA BANGKIT KEMBALI

PRESIDEN : EKONOMI INDONESIA AKAN BISA BANGKIT KEMBALI[1]

 

Sukabumi, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan dukungan aset BUMN yang bisa dijual untuk menggerakkan perekonomian nasional.

Hal itu dikatakan Kepala Negara dalam temu wicara dengan pengusaha kecil dan koperasi pada peresmian Sentra Industri Sukabumi di Sukabumi Selasa (21/4) pagi.

Menurut Kepala Negara, Indonesia memiliki BUMN yang asetnya dapat dijual setiap tahun dengan nilai US$ 5 miliar. Dengan demikian seandainya tidak ada bantuan dari negara lain dana dari penjualan saham BUMN itu dapat digunakan.

Dikatakan, selain BUMN, Indonesia juga masih memiliki kekayaan alam yang dapat mendukung pendapatan negara. Indonesia masih memiliki minyak dan gas bumi, demikian pula batu bara yang jumlahnya sangat banyak dan dibutuhkan negara lain.

Semua kekayaan alam itu, termasuk pertambangan lainnya, dapat digunakan untuk menggerakkan perekonomian nasional.

“Kita harus bekerja keras dan tidak bisa ketinggalan waktu dan kalau belum berhasil, itu karena memang tidak mudah, namun kita masih bisa bangkit.” kata Kepala Negara.

Sebelumnya, Presiden Soeharto menguraikan bagaimana Indonesia yang sebenarnya mempunyai fundamental ekonomi yang kuat, tapi belum mampu menahan guncangan dalam sektor moneter. Cadangan devisa selama ini hanya mampu untuk mendukung impor untuk jangka waktu 4-5 bulan. Padahal dengan adanya guncangan moneter cadangan devisa itu harus banyak dan itulah yang akan dilakukan di masa mendatang guna menghindari kejadian seperti sekarang.

Nilai Tukar

Kepala Negara juga mengakui, yang penting saat ini membuat nilai tukar rupiah wajar, bukan yang serendah-rendahnya. Kalau rupiah juga terlalu kuat Indonesia mengalami kesulitan untuk meningkatkan ekspor.

Walau bagaimanapun beratnya tantangan yang dihadapi akibat krisis ekonomi ini pemerintah akan terus melaksanakan program pengentasan kemiskinan dan pembinaan industri kecil, menengah dan koperasi. Hal ini penting karena dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini industri kecil dan menengah merasakan guncangan lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan besar yang banyak utangnya.

Sentra Industri Sukabumi ini merupakan binaan Yayasan Dharma Bakti Astra di bawah Grup Astra. Lokasinya sekitar 110 km dari Jakarta, berdiri di atas tanah sekitar 2 hektare dan di atasnya berdiri 40 bangunan bengkel usaha.

Hadir dalam acara tersebut selain Menperindag Mohamad Hasan, juga para Menteri Kabinet Pembangunan VII lainnya. (M-5)

Sumber : SUARA PEMBARUAN (21/04/1998)

___________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 728-729.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.