PRESIDEN : DORONG IMPORTIR SEGERA KELUARKAN BARANGNYA

PRESIDEN : DORONG IMPORTIR SEGERA KELUARKAN BARANGNYA[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta Menhub Haryanto Dhanutirto untuk mendorong para importir agar secepatnya mengeluarkan barang-barang mereka dari pelabuhan terutama untuk menghindari penumpukan barang.

Seusai menemui Kepala Negara di Istana Merdeka, Jumat, Haryanto mengatakan para importir sering menunda pengeluaran barang mereka dari daerah kepabeanan. Menurut peraturan, pada hari pertama hingga hari keenam, tidak ada biaya penyimpanan barang.

Haryanto, yang datang ke Istana Merdeka bersama Ketua Tim Pengarah Reklamasi Pantai Utara Jakarta Ginandjar Kartasasmita dan Gubernur DKI Jakarta Smjadi Soedirdja untuk melaporkan perkembangan reklamasi itu, menyebutkan pada hari pertama kedatangan barang di Tanjung Priok, tingkat pengeluaran barang hanya sekitar 10 persen.

Tingkat pengeluaran barang itu turun menjadi rata-rata dua persen pada hari kedua, bahkan anjlog menjadi hanya sekitar 0,9 persen pada hari ketiga. Persentase itu naik menjadi 11,7 persen pada hari keempat dan naik lagi menjadi 61 persen pada hari kelima.

Menurut Haryanto, banyak importir yang baru memindahkan atau mengeluarkan barang mereka dari daerah gratis itu pada hari-hari terakhir. Mereka baru diwajibkan membayar mulai hari ketujuh jika barangnya tetap di sana.

“Para pengelola unit terminal peti kemas (UTPK) telah berusaha meningkatkan produktivitas mereka. Demikian juga halnya dengan aparat Bea Cukai.” kata Haryanto.

Ketika menjelaskan rencana reklamasi itu, Haryanto mengatakan jika luas kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sekarang baru 596 ha, nantinya akan ditambah dengan 1072 Ha sehingga menjadi 1668 Ha.

Perluasan pelabuhan itu dilakukan agar Indonesia siap memasuki Pasar Bebas ASEAN (AFTA) mulai tahun 2003 serta Kawasan Perdagangan Bebas APEC mulai tahun 2010.

Jika perluasan itu sudah selesai, daya tampung Priok bagi peti kemas akan naik dari 1,8 juta (TEUS/twenty feet equivalent units) per tahun menjadi enam juta TEUS. Sementara itu, kapasitas bagi barang/general kargo mencapai 150.000-170.000 ton/hari.

Ia juga mengatakan dalam rangka persiapan menghadapi AFTA dan Pasar Bebas APEC maka kapasitas Bandara Soekarno-Hatta juga akan ditingkatkan sehingga mampu menampung 50 juta penumpang/tahun sekitar 20 tahun lagi. Kapasitasnya sekarang adalah 20 juta orang/tahun dengan realisasi yang sudah mencapai 14 juta orang/ tahun.

Sumber : ANTARA (16/05/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 366-367.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.