PRESIDEN DIUNDANG MENYAKSIKAN KEMAJUAN KOPERASI SUSU PENGALENGAN

PRESIDEN DIUNDANG MENYAKSIKAN KEMAJUAN KOPERASI SUSU PENGALENGAN

Presiden Soeharto diundang koperasi persusuan dan peternak di daerah Pengalengan Lembang, Jawa Barat untuk melihat kemajuan koperasi itu yang menggembirakan.

Undangan itu disampaikan para peternak sapi perah dari daerah tersebut kepada Presiden Soeharto di Bina Graha Sabtu dengan didampingi Dirjen Peternakan Daman Danuwijaya.

Kepada wartawan Dirjen mengatakan, Presiden telah memberikan petunjuk-petunjuknya mengenai pemakaian mesin pengolah bahan makanan ternak. Dengan pemakaian mesin diharapkan para peternak akan lebih berinisiatif secara mandiri.

Presiden belum lama ini telah memberikan bantuan delapan sapi jantan unggul kepada para peternak di Pengalengan. Melalui bantuan itu diharapkan para peternak dapat mandiri untuk meningkatkan produksi susu sapi perahnya.

Menurut Dirjen, kedatangan Presiden di Pengalengan juga untuk mengetahui apakah bantuan sapi yang pernah diberikannya itu benar-benar sampai kepada sasaran dan dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. Presiden akan mempertimbangkan undangan dari koperasi persusuan ini, ujar Dirjen.

Ketika menjawab pertanyaan wartawan, Dirjen mengatakan, tidak ada alasan untuk menaikkan harga makanan ternak oleh pengusaha makanan ternak karena telah ada subsidi dari pemerintah dengan dikeluarkannya Keppres nomor 36/1985.

Mengenai perkembangan koperasi susu dikatakan, dewasa ini terdapat 183 koperasi susu yang sebagian besar terdapat di Jawa.

Pemasarannya tidak ada masalah lagi karena kapasitas pabrik penerima susu dari petemak sudah mencapai 550.000 liter per hari. Sedangkan produksi susu 420.000 liter per hari.

Di Jawa Barat kini terdapat 59 koperasi susu dengan produksi 90.000 liter per hari yang semuanya masih dapat ditampung, demikian Dirjen peternakan. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (01/04/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 145-146.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.