PRESIDEN DIMINTA MUNDUR Pangab : Itu Pendapat Individual

PRESIDEN DIMINTA MUNDUR

Pangab : Itu Pendapat Individual[1]

 

 

Jakarta, Media Indonesia

“Bola” reformasi kemarin digelindingkan DPR/MPR.

“Pimpinan DPR mengharapkan demi persatuan dan kesatuan bangsa, Presiden secara arif dan bijaksana sebaiknya mengundurkan diri.” kata Ketua DPR/MPR Harmoko.

Sikap itu dikeluarkan setelah pimpinan DPR mengadakan rapat pimpinan (rapim) di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (18/5). Pada saat bersamaan, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mendatangi gedung DPR menuntut segera diadakan Sidang Istimewa MPR.

Didampingi para wakil ketuanya, Syarwan Hamid, Ismail Hasan Metareum, Fatimah Achmad, Abdul Gafur, dan Sekjen DPR/MPR Afif Ma’ruf, Harmoko menjelaskan Dewan telah mempelajari dengan cermat dan sungguh-sungguh perkembangan dan situasi nasional yang sangat cepat menyangkut aspirasi masyarakat tentang reformasi,termasuk Sidang Istimewa dan pengunduran diri Presiden.

Untuk pembahasan masalah itu, lanjut Harmoko, besok (hari ini) 19 Mei 1998, pimpinan Dewan akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan fraksi-fraksi dan hasilnya akan disampaikan kepada Presiden Soeharto.

Mekanisme soal itu, menurut Harmoko, memang harus ditempuh sesuai dengan peraturan Tata Tertib DPR, sebab dalam mengambil keputusan pimpinan Dewan harus bersama-sama dengan pimpinan fraksi-fraksi.

“Pimpinan Dewan menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, menahan diri, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mewujudkan keamanan, ketertiban, supaya segala sesuatunya dapat berjalan secara konstitusional.” tegas Harmoko dalam konferensi pers yang berlangsung selama 10 menit dan tidak ada tanya jawab itu.

Kendati telah menggelindingkan “bola” reformasi, pernyataan Harmoko itu tetap belum memuaskan para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ).

“Pernyataan pimpinan Dewan itu tidak menegaskan kapan Sidang Istimewa diselenggarakan.” kata Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia Rama Pratama kepada Media.

“Karena belum ada kejelasan soal Sidang Istimewa, kami akan menginap di gedung dewan.”

Arif, Bijaksana

Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais yang kemarin juga ke DPR menegaskan Pak Harto harus menyikapi secara arif dan bijaksana untuk membaca keadaan yang sudah sangat kritis sekarang ini.

“Alangkah bahagianya bangsa Indonesia kalau Pak Harto dengan suka rela mengundurkan diri lengser keprabon seperti yang sering dikatakan.” ujarnya.

Wakil Ketua DPR Buya Ismail menambahkan jika Presiden mundur, praktis jabatan itu akan diduduki wapres, tetapi jika Habibie menolak.” kita akan membicarakan lebih lanjut,

“Komnas HAM dalam pernyataan persnya yang dibacakan Marzuki Darusman seusai rapat pleno menyatakan dukungannya terhadap pimpinan DPR/MPR yang meminta Pak Harto mundur dan memberikan pertanggungjawaban kepada publik.”

Sementara 15 organisasi nonpemerintah antara lain International Forum on Indonesia Development (INFID), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKJ), Lembaga Studi Advokasi Masyarakat (ELS AM), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Lembaga Studi Agama dan Filsafat (ILSAF), Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JK-LPK), Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES), International Sportshoes Monitoring Network (ISMN), Yayasan Komunikasi Masyarakat PGI (Yakoma-PGI), meminta segera dibentuknya penyelenggaraan negara sementara sipil yang bertugas untuk menyelenggarakan pemilu yang bebas dan rahasia, sehingga reformasi total menjadi kenyataan.

Praktisi hukum Adnan Buyung Nasution juga menekankan perlunya Pak Harto mengundurkan diri dengan cara terhormat, tidak dihinakan, dipermalukan atau dipaksa. Persoalannya, menurut dia, bangsa Indonesia kini tengah berpacu dengan waktu, ekonomi makin parah, rakyat tambah marah, dan jangan sampai bangsa ini pecah.

“Bila Pak Harto tidak segera mengundurkan diri, maka tuntutan rakyat akan semakin besar, terus menggelinding dan bisa tidak terkendali.” tegasnya seusai bertemu dengan Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita di Jakarta kemarin.

Ketua DPP Ikatan Advokat Indonesia Mohammad Assegaf mengatakan jika Presiden Soeharto akan mengundurkan diri, sebaiknya berunding dulu dengan tokoh­tokoh masyarakat untuk mencari calon penggantinya.

Tidak Langgar UU

Paguyuban Widyani Atma Jaya malah mengharapkan diadakannya penyelesaian politik dengan melakukan suksesi kepemimpinan nasional melalui cara mengundurkan diri atau Sidang Istimewa MPR.

Dalam seruannya yang dibacakan Ketua Yayasan Atma Jaya, Harimurti Kridalaksana, organisasi ini mengharapkan dibentuknya pemerintah yang baru, bersih, dan berwibawa. Pengunduran diri presiden atau Sidang Istimewa MPR, menurut Widyani Atma Jaya, tidak melanggar undang-undang.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr. Daniel T. Sparringa menilai harapan pimpinan DPR RI yang meminta Presiden Soeharto untuk meletakkan jabatan demi persatuan dan kesatuan bangsa merupakan jalan konstitusional bagi suksesi kepemimpinan nasional.

“Saya kira harapan DPR itu ditunggu Pak Harto, karena beliau menghendaki untuk terjadinya proses konstitusional bagi suksesi. Pak Harto memang menunggu hal itu agar semuanya berjalan konstitusional dan damai.” katanya seperti dikutip Antara di Surabaya kemarin.

Namun, menurut Daniel yang pemah berbicara dalam “Dialog PRJ” itu, suksesi kepemimpinan nasional itu masih merupakan sebagian kecil dari agenda besar bangsa untuk menciptakan Indonesia yang lebih demokratis dan lebih baik.

“Agenda demokrasi dan masa depan Indonesia yang lebih baik itu bukan perkara mudah yang tak cukup hanya dengan adanya suksesi kepemimpinan.” kata alumnus Flinders University Australia itu.

Pernyataan pimpinan DPR mengundang pula komentar Dr. Harold Crouch, peneliti senior dalam bidang politik dan perubahan sosial pada Studi Asia Pasifik Universitas Nasional Australia (ANU). Menurut dia, keputusan pimpinan DPR untuk meminta Presiden Soehato mengundurkan diri merupakan salah satu langkah yang baik dalam memulihkan situasi dan kepercayaan Internasional.

“Memang tidak ada pilihan lain, kecuali meminta Presiden Soeharto untuk mengundurkan diri.” kata Harold Crouhch menjawab pertanyaan Antara malam tadi di Canberra.

Sumber : MEDIA INDONESIA (19/05/1998)

__________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 349-351.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.