PRESIDEN DIHARAPKAN BERKUNJUNG KE MEKSIKO

PRESIDEN DIHARAPKAN BERKUNJUNG KE MEKSIKO

 

 

Jakarta, Kompas

Pemerintah Meksiko masih tetap mengharapkan kunjungan Presiden Soeharto ke Meksiko bulan November mendatang dalam rangkaian kunjungan ke Venezuela menghadiri KTT ke-2 Kelompok 15 (G-15) negara-negara Selatan.

Dubes Meksiko untuk Indonesia Dr Jesus F. Domene mengatakan kepada Kompas pada acara perpisahannya di Jakarta, Selasa malam, semula kunjungan itu telah disepakati tanggal 27 Juni lalu. Tetapi karena Pak Harto hendak melaksanakan ibadah haji, dan KTT G-15 sendiri ditunda, maka rencana itu dibatalkan.

KIT G- 15 semula direncanakan diadakan di Caracas tanggal 25-26 Juni. Sampai kapan penundaan itu belum ada pengumuman lebih Ianjut.

Menurut Dubes Jesus Domene, kunjungan Presiden Soeharto ke Meksiko nanti diharapkan memulai suatu babak baru yang lebih konkret lagi bagi hubungan kedua negara. Indonesia dan Meksiko, kata Jesus Domene yang akan meninggalkan Jakarta hari Rabu ini, mempunyai sejarah hubungan persahabatan yang panjang.

Presiden Soekarno telah berkunjung ke Meksiko sebanyak tiga kali, dan Presiden Meksiko sendiri pernah berkunjung ke Jakarta tahun 1962. Dan sejak itu hubungan kedua negara berjalan sangat baik, khusushya dalam forum internasional.

Namun dalam pembangunan nasional yang sedang digalakkan, baik di Indonesia maupun Meksiko, hubungan itu tentu perlu lebih diisi lagi dalam berbagai kerja sama konkret, baik di bidang ekonomi maupun perdagangan, serta tukar­ menukar di bidang kebudayaan.

Diakui berbagai kerja sama tersebut memang telah mulai terlihat dalam waktu dua tahun belakangan ini. Tetapi masih harus dikembangkan lagi. Apalagi, katanya, di Meksiko sejak Mei lalu telah dibentuk sebuah badan pengusaha Meksiko Indonesia, demikian pula sebaliknya di Indonesia.

 

 

Surplus Untuk RI

Data-data yang ada menunjukkan bahwa nilai perdagangan Indonesia Meksiko memang terus meningkat setiap tahun, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar.Tahun 1986 misalnya, jumlah ekspor Indonesia ke Meksiko baru mencapai 6,5 juta dollar AS lebih, sementara impor dari Meksiko 5,7 juta dollar AS. Tahun 1990, jumlah tersebut telah meningkat pesat menjadi 36 juta dollar AS lebih impor dan ekspor sebesar 63 juta dollar AS lebih.

Dalam tiga tahun belakangan ini, neraca perdagangan tersebut lebih banyak menguntungkan Indonesia. Impor Indonesia dari Meksiko antara lain peralatan pengeboran minyak, gas untuk industri, baja, katun dan plastik. Sedang ekspor ke sana antara lain karet mentah, dan barang-barang dari karet sintetis, kayu lapis, minyak kelapa serta barang perhiasan dan kerajinan.

Memberikan kesannya selama 14 bulan bertugas di Indonesia, Jesus Domene mengatakan, ia pemah mengunjungi Indonesia 20 tahun lalu untuk berlibur, dan kini ia begitu terkesan dengan pembangunan negeri ini telah berkembang begitu pesat dengan stabilitas yang mantap. Memang ada juga masalah-masalah yang dihadapi tapi semuanya dapat diselesaikan dengan baik.

Jesus Domene (66), doktor di bidang filsafat dan sinolog, memulai tugasnya di Indonesia bulan Mei 1990 dan akan mengakhiri masa tugasnya karena segera akan memasuki masa pensiun. Presiden Meksiko sendiri, menurutnya, akan berkunjung ke Jakarta tahun depan.

 

 

Sumber : KOMPAS (01/08/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 115-116.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.