PRESIDEN DI DEPAN PARA ULAMADAN KHATIB

PRESIDEN DI DEPAN PARA ULAMADAN KHATIB [1]

 

Jakarta, Pelita

Kedudukan dan fungsi Ulama bukan saja mengandung tanggungjawab moral, melainkan juga tanggungjawab sosial yang besar dan luas yang mencakup segenap bidang kehidupan masyarakat.

Mengatakan hal itu kemarin di depan peserta pekan Orientasi Ulama dan Khotib seluruh Indonesia di Istana Negara, Kepala Negara dengan mengambil contoh sabda Rasulullah Muhammad SAW menambahkan, Ulama  bersama-sama pejabat pemerintah adalah soko guru yang mempengaruhi bangun runtuhnya suatu bangsa.

Sebagai unsur terkemuka dalam masyarakat, mereka mempunyai peranan dan pengaruh yang tidak kecil dalam pembinaan ummat dan bangsa.

“Ucapan dan tindakan mereka, sedikit atau banyak akan mempengaruhi masyarakat sekitarnya yang bisa memantapkan atau sebaliknya menggoncangkan ketentraman, ketertiban dan bahkan keamanan masyarakat”, kata Kepala Negara.

Dikatakan, ucapan dan tindakan mereka dapat menggairahkan atau sebaliknya melesukan ummat untuk ikut serta dan melibatkan diri dalam usaha2 pembangunan bangsa. Khotbah2 hendaknya berisi ajaran agama yang dapat memberikan petunjuk dan pedoman kehidupan yang menyejukkan hati. Khotbah2 yang demikian sangat perlu dan pasti diterima dan bermanfaat bagi masyarakat yang sedang membangun, yang se-hari2nya selalu disibukkan dengan masalah2 rumit yang kadang2 mencemaskan hati.

Dianjurkannya, agar para Ulama dan khotib lebih banyak mengungkapkan dan meneruskan kepada ummat Islam mengenai pedoman2 untuk mempertinggi moral memperteguh mental, keuletan dan ketabahan. Disamping itu para Ulama dan khotib diminta agar lebih banyak menggali ajaran2 Islam yang berisi dorongan membangun masyarakat.

Pekan Orientasi

Mengenai Pekan Orientasi Ulama dan Khotib se-Indonesia yang berlangsung tanggal 6-12 Desember dengan peserta 150 orang belum termasuk wakil dari Timor-Timur karena berhalangan. Presiden Soeharto mengatakan, Pekan Orientasi tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi kegiatan para Ulama, atau mengarahkan isi khotbah sesuai dengan kepentingan pemerintah.

Salah satu sasaran penting dari Pekan Orientasi ini agar para Ulama dan khotib memperoleh informasi selengkapnya dan setepatnya tentangusaha2 pemerintah ketika kepadanya disampaikan perihal mesjid itu oleh Ketua Biro Da’wah I Pengajian Al-Fatah, Syaiful Achmad Haulusy BA.

Menurut Syaiful, di daerah Maluku terdapat sekitar 55% ummat Islam di kalangan penduduknya. Ia menggambarkan sebagai cukup baik toleransi ummat beragama di wilayah Maluku.  (DTS)

Sumber:  PELITA (13/12/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 193-194.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.