PRESIDEN DI DEPAN PARA ULAMA DAN KHATIB

PRESIDEN DI DEPAN PARA ULAMA DAN KHATIB [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengingatkan para Ulama dan khatib, bahwa ucapan dan tindakan mereka sedikit atau banyak akan mempengaruhi masyarakat disekitarnya, yang bisa memantapkan atau menggoncangkan ketentraman, ketertiban dan bahkan keamanan masyarakat.

Ketika menerima peserta Pekan Orientasi Ulama dan Khatib seluruh Indonesia di Istana Negara hari Senin, Kepala Negara minta agar khotbah yang mereka lakukan hendaknya berisi ajaran agama yang dapat memberikan petunjuk dan pedoman kehidupan yang menyejukkan hati.

“Khotbah2 yang demikian sangat perlu dan pasti diterima serta bermanfaat bagi masyarakat yang sedang membangun yang sehari2nya selalu disibukkan dengan masalah2 rumit dan kadang2 mencemaskan hati”, kata Presiden.

Presiden minta agar para Ulama dan khatib perlu lebih banyak mengungkapkan dan meneruskan kepada ummat Islam pedoman2 untuk mempertinggi moral, memperteguh mental, keuletan dan ketabahan, dan dorongan2 untuk membangun masyarakat yang banyak sekali terdapat dalam ajaran2 Islam yang bersumber pada Qur ‘an dan hadist Nabi.

Presiden mengingatkan, agama adalah untuk dunia dan akhirat, sehingga tidaklah lengkap apabila para Ulama dan khatib hanya menguasai pengetahuan dan ilmu2 keagamaan saja. Adanya pekan orientasi semacam ini, menurut Presiden, sama sekali tidak dimaksudkan untuk membatasi kegiatan para Ulama atau mengarahkan isi khotbah sesuai dengan kepentingan pemerintah.

Salah satu sasaran yang penting dari pekan orientasi ini adalah agar para Ulama dan khatib memperoleh informasi selengkap2nya dan setepat2nya tentang usaha2 pemerintah Orde Baru melaksanakan keputusan2 rakyat.

Diingatkan oleh Presiden kekurangan informasi bisa mengakibatkan salah pengertian dan salah tanggapan dan dapat menimbulkan akibat2 yang kurang baik didalam masyarakat.

Presiden menegaskan, arah, tujuan dan sasaran pembangunan yang sekarang dilaksanakan ditetapkan oleh rakyat sendiri melalui GBHN oleh MPR.

Tingkatkan Peranan2 Rumah2 Ibadah

Presiden dalam kesempatan itu mengemukakan berbagai kemajuan di bidang pembangunan termasuk pembangunan  batin,  dan mental  spirituil. Presiden

mengemukakan bahwa sarana2 ibadah makin banyak seperti mesjid, musola, pondok pesantren, percetakan kitab suci, dsb.

Dengan sarana2 yang makin baik itu para Ulama dan khatib harus mengisi batin masyarakat dengan keluhuran ajaran2 agama, agar kehidupan masyarakat makin tenang dan tenteram batinnya.

Presiden menegaskan peranan rumah2 ibadah lebih ditingkatkan sehingga benar2 menjadi pusat pembinaan mental dan agama masyarakat Indonesia. Kegiatan2 keagamaan harus dijadikan alat pemersatu yang menarik segenap pemeluk agama masing2 tanpa terpengaruh oleh perbedaan2 pandangan atau lapangan kehidupan dalam kehidupan sehari2.

Presiden juga minta agar para Ulama dan khatib mendalami makna dan tujuan Pemilu yang merupakan salah satu sarana pembangunan di bidang politik.

Presiden menegaskan Pemilu merupakan salah satu mata rantai penting dalam menegakkan mekanisme kepemimpinan, kenegaraan, sesuai UUD 45.” Karena itu Pemilu harus kita laksanakan sebaik2nya, “kata Presiden.

Presiden mengajak semua pihak untuk menjaga dan mengusahakan agar Pemilu itu betjalan dengan tertib, tenang, tertib, aman sesuai dan UU yang berlaku.

Diingatkan, suksesnya penyelenggaraan Pemilu merupakan pertanda bahwa rakyat telah menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik. Disamping itumakin memperkokoh persatuan bangsa dan pembangunan akan berjalan makin lancar.

“Adanya tugas dan kewajiban para Ulama dan khatib untuk turut berusaha mensukseskan pelaksanaan tugas nasional yang penting itu”, demikian Presiden Soeharto.

Pekan orientasi para Ulama dan khatib seluruh Indonesia itu mulai tanggal 6 sampai 13 Desember, diikuti 150 peserta dari 26 propinsi.

(DTS)

Sumber: ANTARA (13/12/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 192-193.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.