PRESIDEN DAPAT SAMBUTAN MERIAH DI DAKKA

PRESIDEN DAPAT SAMBUTAN MERIAH DI DAKKA

Sambutan meriah dan hangat rakyat Bangladesh ketika Presiden dan lbu Tien Soeharto tiba di Dakka senin siang setelah melakukan kunjungan kenegaraan di Sri Lanka.

Ketika pesawat Boeing 707 "Republik Indonesia" memasuki wilayah udara Bangladesh, empat pesawat jet MIG 19 Angkatan Udara Bangladesh mengawal pesawat yang membawa Kepala Negara RI sampai mendarat di Pelabuhan Tejgon, Dakka.

Cuaca cerah dan suhu berkisar 29 derajat ketika Presiden tiba di Dakka. Dentuman meriam 21 kali menggema begitu Presiden menginjakkan kakinya di bumi Bangladesh kemudian ia disambut oleh Presiden Bangladesh Ziaur Rahman. Permadani merah menghampar dari ke mobil.

Lagu2 kebangsaan kedua negara diperdengarkan dan pemeriksaan pasukan kehormatan dilakukan oleh Presiden yang mengenakan setelan jas warna gelap.

Pelabuhan udara Dakka dihias dengan bendera2 kedua negara sementara penjagaan keamanan dilakukan tak seberapa ketat, nampaknya.

Iring2an mobil Presiden Soeharto mendapat sambutan hangat dari pendudukkota Dakka yang berderet sepanjang jalan berjejal-jejal mengelu-elukan kedatangan kepala Negara dari Republik yang berpenduduk 140 juta itu.

Bendera

Bendera sang saka dan Bangladesh berkibar di sepanjang jalan dari pelabuhan udara menuju istana kePresidenan yang jaraknya 7,5 km. Penduduk Dakka yang berpakaian aneka ragam bahkan diantaranya terdapat seragam anak-anak sekolah hijau, biru, merah menambah semaraknya suasana kedatangan Presiden Soeharto di kota yang berpenduduk dua juta jiwa itu.

Dilstana Presiden Bangladesh dilakukan pula penyambutan yang menarik dimana terdapat pasukan berkuda. Istana Presiden dihiasi dengan bendera- bendera Merah Putih dan Bangladesh yang berwarna hijau dengan bola merah ditengahnya yang menandakan bahwa negeri Bangladesh adalah tanah yang hijau yang direbut dengan pertumpahan darah. (DTS)

Dakka, Antara

Sumber: ANTARA (20/11/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 239.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.