PRESIDEN DAN PM GOH SEPAKAT KERJASAMA ASEAN PERLU LEBIH DITINGKATKAN

PRESIDEN DAN PM GOH SEPAKAT KERJASAMA ASEAN PERLU LEBIH DITINGKATKAN[1]

 

Batam, Antara

Presiden Soeharto dan PM Singapura Goh Chok Tong sepakat bahwa kerjasama ekonomi di antara ketujuh negara anggota ASEAN perlu ditingkatkan lagi, apalagi tiga negara yaitu Kamboja, Laos dan Myanmar akan bergabung dalam perhimpunan ini.

Ketika menjelaskan hasil pembicaraan empat mata Presiden Soeharto dengan Goh di Pulau Karimun, Riau, Senin, Mensesneg Moerdiono kepada pers mengatakan jika ASEAN telah mencakup 10negara maka akan terdapat pasar bagi lebih dari 500 juta jiwa.

“Angka tersebut cukup besar dan lebih banyak jumlahnya dari pada penduduk Eropa.” kata Moerdiono sambil menambahkan pertumbuhan ekonomi anggota ASEAN rata-rata 6-8 persen per tahun.

Kedua pemimpin sepakat potensi ASEAN juga perlu dikembangkan sehingga mempunyai daya saing terhadap negara-negara lain yang berusaha pula menarik investasi asing.

Ketika menyinggung kerjasama sub-regional di ASEAN, Moerdiono menjelaskan kedua kepala pemerintahan telah menugaskan para menteri terkait untuk melakukan studi bersama bagi pengembangan masa depan kerjasama ASEAN.

Hal itu perlu dilakukan dalam rangka penyusunan visi ASEAN tahun 2020 yang berkaitan dengan penerapan kawasan perdagangan bebas APEC tahun 2010 dan 2020.

KTT ASEAN yang akan berlangsung pada Agustus di Kuala Lumpur, Malaysia, akan membicarakan masalah ini karena waktunya sudah tidak terlalu lama lagi.

Dalam pertemuan di Karimun tersebut, Presiden Soeharto juga menjelaskan perkembangan-perkembangan di Tanah Air khususnya yang menyangkut masalah politik.

Presiden dan PM Goh berada di Karimun untuk meresmikan kawasan industri maritim Karimun serta galangan kapal PT Karimun Sembawang Shipyard yang dibangun pengusaha Indonesia bersama mitra mereka dari Singapura.

Sumber : ANTARA (17/03/1997)

__________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 283.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.